Uji Nyali! Jajal Shower Climbing di Curug Leuwi Leutak Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 09:38 WIB
Ada pilihan destinasi wisata  baru di Kabupaten Pangandaran. Daerah yang selama ini dikenal keindahan pantainya, kini memiliki wahana wisata baru berupa shower climbing atau wisata panjat air terjun.
Aktivitas uji nyali di Curug Leuwi Leutak Pangandaran. (Foto: dok.Andang Nusa Putra)
Pangandaran -

Ada pilihan destinasi wisata baru di Kabupaten Pangandaran. Daerah yang dikenal keindahan pantainya, kini memiliki wahana wisata baru berupa shower climbing atau wisata panjat air terjun. Ekstrem!

Wahana wisata shower climbing ini terletak di Curug Leuwi Leutak, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Bagi travelers yang ingin uji nyali dan kekuatan memanjat bisa mencoba merasakan shower climbing di Curug Leuwi Leutak Pangandaran.

Namanya curug atau air terjun, tentu lokasinya berada di daerah perbukitan. Termasuk Curug Leuwi Leutak yang jarak tempuhnya dari Pantai Pangandaran sekitar 45 menit. Akses jalannya sudah bagus, bahkan mobil sudah bisa masuk. Dari parkiran mobil menuju lokasi sekitar 300 meter menyusuri sawah dan kebun.

Digagas Warga

Curug Leuwi Leutak ini termasuk jenis block waterfall atau memiliki air terjun dengan karakteristik aliran sungai dan dinding air terjun yang cukup lebar.

Lebarnya sekitar 15 meter dengan tinggi sekitar 30 meter. Air terjun Leuwi Leutak ini memiliki tipe horse tail. Aliran jatuhnya air mempertahankan kontak dengan dinding air terjun secara terus menerus. Sehingga cocok digunakan untuk aktivitas shower climbing.

Penggerak wisata shower climbing Leuwi Leutak, Andang Nusa Putra mengatakan, ide pemanfaatan air terjun ini menjadi wahana shower climbing berawal dari kegiatan kerja bakti dengan karang taruna desa setempat. Setelah diamati, muncul ide untuk dijadikan wisata shower climbing.

"Curug Leuwi Leutak ini dulu sempat diupayakan menjadi objek wisata, tapi kurang maksimal. Sekarang kami coba kembali dengan menawarkan wisata atau olahraga shower climbing," kata Andang, Jumat (3/12).

Dia kemudian berkoordinasi dengan pegiat sekaligus operator panjat tebing. Ternyata Curug Leuwi Leutak sangat memadai untuk dijadikan lokasi shower climbing.

"Ada penggeraknya, pak Hidayat, yang tahu teknis kegiatan pendakian termasuk keselamatan dan hal lainnya. Kami pemuda desa langsung semangat," ucapnya.

Dukungan juga datang dari pihak Desa Harumandala yang membeli peralatan shower climbing, untuk dijadikan modal operasional wisata Curug Leuwi Leutak. "Akhirnya sekarang dibuka untuk umum dan pengunjung bisa mencoba sensasi mendaki air terjun," ujar Andang.

Menggeliatkan Wisata Pangandaran

Andang berharap upaya ini bisa menggeliatkan aktivitas pariwisata di Desa Harumandala, sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat setempat.

Selain olahraga shower climbing, panorama alam di sekitar Curug Leuwi Leutak juga cukup indah. Sawah, bukit dan hijau pepohonan menjadikan orang betah berlama-lama di tempat ini.

"Kuliner khas kami juga punya, yaitu nasi leumeung," kata Andang.

Nasi leumeung adalah kuliner semacam nasi liwet tapi dimasak di dalam bilah bambu yang dibakar. Rasanya khas dan bisa menuntaskan rasa lapar usai berwisata atau mendaki air terjun.

(bbn/bbn)