Round-up

Keji Tetangga Cabut Kuku-Sundut Rokok Bocah Disabilitas di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 19:42 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Foto: istimewa)

Sepeninggal sang nenek, korban sehari-harinya diketahui tinggal bersama kakek tirinya. Kediaman mereka tidak jauh dari uwak korban, mereka tinggal berdua karena kakek tiri korban tidak dikaruniai anak.

"Korban hidup dengan kakek tiri, kakeknya ini tidak punya anak. Setiap hari ya diurus sama kakeknya itu, kalau pulang ya diurusin makan dan sebagainya. Uwaknya juga tinggal tidak jauh, yang paling marah itu ya uwaknya katanya kok ada ya orang yang tega sampai menyiksa anak seperti itu," lirih Badrudin.

"Kepolisian memang mencurigai seseorang, namun tidak serta merta mengamankan orang itu karena kan harus ada saksi dan lainnya. Bingung juga karena kondisi anaknya diajak ngobrol juga kadang tidak nyambung," ungkap Badrudin menambahkan.

Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika Marwan merasa prihatin terkait kekerasan bocah berusia 12 tahun itu. Diketahui selain terdapat luka sundutan rokok, kuku jari kaki korban juga dicabut.

"Prihatin tentunya dengan keadaannya, kalau memang itu korban kekerasan harus dicari siapa pelakunya dan harus sampai dapat," kata Yani kepada wartawan, Jumat (3/12/2031).

Yani bahkan sempat menghubungi istri kepala desa setempat. Dari informasi yang didapat, Yani memastikan bocah penyandang disabilitas itu memang korban penganiayaan. "Jawaban yang saya dapat sesuai dengan apa yang diberitakan teman-teman media ya," ucap dia.

Setelah proses penyelidikan, polisi akhirnya menangkap seorang pria berusia 50 tahun yang diduga penganiaya bocah penyandang disabilitas di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Ia terduga pelaku sudah (diamankan) usia 50 tahunan sudah berumur," kata Kapolsek Tegalbuleud Iptu Deni kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

Menurut Deni, pria itu mengakui perbuatannya. Polisi masih mendalami motif pria itu menganiaya bocah disabilitas.

"Alasannya keheul (kesal) ke korban dan dia sudah mengakui perbuatannya. Pemeriksaan masih belum selesai, masih cari BB (barang bukti) pengakuannya dia menggunakan alat pencabut (saat menganiaya korban)," ujar Deni.

Hingga saat ini lelaki penganiaya bocah disabilitas tersebut masih menjalani pemeriksaan. Selain mencari barang bukti, polisi terus memeriksa pelaku terkait aksi kekerasan yang dilakukannya.


(sya/mud)