P2TP2A Berharap Pelaku Penganiayaan Bocah Disabilitas Segera Diungkap

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 16:08 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumi -

Bocah penyandang disabilitas asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi dianiaya orang tidak dikenal. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi meminta pelaku segera ditangkap.

Hal itu diungkap Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika Marwan. Dia merasa prihatin terkait kekerasan bocah berusia 12 tahun itu. Diketahui selain terdapat luka sundutan rokok, kuku jari kaki korban juga dicabut.

"Prihatin tentunya dengan keadaannya, kalau memang itu korban kekerasan harus dicari siapa pelakunya dan harus sampai dapat," kata Yani kepada wartawan, Jumat (3/12/2031).

Yani bahkan sempat menghubungi istri kepala desa setempat. Dari informasi yang didapat, Yani memastikan bocah penyandang disabilitas itu memang korban penganiayaan. "Jawaban yang saya dapat sesuai dengan apa yang diberitakan teman-teman media ya," ucap dia.

Hasil komunikasi yang digali oleh P2TP2A, hingga saat ini pelaku penganiayaan masih misterius. Hal itu karena korban sendiri sulit untuk diajak berkomunikasi.

"Karena anak tersebut tidak bisa diajak komunikasi lantaran tuna rungu. Kami akan secepatnya melakukan pengecekan ke lokasi, kabar terakhir yang saya terima Alhamdulillah kondisi korban sekarang sudah berangsur pulih sudah membaik. Seperti tidak demam dan kukunya tidak lagi bengkak dan berdarah. Malah sudah main lagi. Insya Allah akan mengunjungi korban secepatnya," kata Yani.

Seperti diketahui, pelaku penganiayaan bocah penyandang disabilitas di Sukabumi masih misterius. Sejumlah pihak kesulitan mengorek informasi dari bocah disabilitas mental tersebut.

Badrudin, Kades Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud membenarkan soal sulitnya mengungkap pelaku penganiayaan terhadap korban meskipun berbagai upaya telah dilakukan pihaknya bersama kepolisian setempat.

"Anak ini tidak bisa komunikasi dengan lancar, kasusnya kan sudah ditangani Polsek Tegalbuleud dan sudah penyelidikan. Hanya kemarin anaknya ditanya tidak bisa bicara malahan seperti kebingungan," ucap Badrudin kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

(sya/mso)