Round-up

Keji Tetangga Cabut Kuku-Sundut Rokok Bocah Disabilitas di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 19:42 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Bocah penyandang disabilitas berusia 12 tahun di Sukabumi menjadi korban penganiayaan keji tetangga sendiri. Korban mengalami luka akibat kuku jari kakinya dicopot pelaku, tidak hanya itu bekas sundutan rokok juga membekas di bibir korban.

Peristiwa memilukan itu awalnya sempat sulit terungkap, pasalnya korban kesulitan dalam berkomunikasi baik dengan keluarga maupun pihak kepolisian terkait kejadian yang menimpanya.

Informasi dihimpun, peristiwa yang menimpa bocah asal Kecamatan Tegalbuleud itu awalnya diketahui oleh tetangganya bernama Ica. Menurutnya kondisi bocah yang mengalami disabilitas mental itu kini dalam kondisi demam.

"Anak tersebut tinggal bersama kakeknya, kejadian itu ketahuan pada Rabu (1/12) sore kemarin. Dia pulang sudah mengalami luka pada bagian mukanya dan kuku kakinya ada yang nyabutin," kata Ica kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

Akibat kejadian itu korban mengalami demam, sedikitnya ada 7 kuku jari kaki korban yang dicabut. Pelakunya sendiri hingga kini masih belum diketahui.

"Kuku yang dicabut adalah kuku kaki kanan dan kaki kiri. Ada 7 kuku jarinya ada yang nyabutin. Selain itu di bagian muka atas bibirnya bekas sundutan rokok," tuturnya.

Akibat kejadian itu korban mengalami demam, sedikitnya ada 7 kuku jari kaki korban yang dicabut. Pelakunya sendiri hingga kini masih belum diketahui.

"Kuku yang dicabut adalah kuku kaki kanan dan kaki kiri. Ada 7 kuku jarinya ada yang nyabutin. Selain itu di bagian muka atas bibirnya bekas sundutan rokok," tuturnya.

Meski mengalami disabilitas mental, Ica mengatakan bocah tersebut tidak pernah meresahkan warga. Dia memang kerap meminta uang, kalaupun tidak diberi ia akan pergi dan tidak pernah memaksa.

Sebelum kejadian kekerasan itu, korban pernah ditemukan dengan kondisi terikat di sawah. Sama seperti kasus kali ini, pelaku pengikatan juga hingga kini belum diketahui.

"Ada saksi warga yang melepas ikatan di tubuh korban orangnya ada, saat itu kondisi anak itu terikat di persawahan," ungkap Ica.

Sementara itu, Badrudin, Kades Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud membenarkan soal sulitnya mengungkap pelaku penganiayaan terhadap korban meskipun berbagai upaya telah dilakukan pihaknya bersama kepolisian setempat.

"Anak ini tidak bisa komunikasi dengan lancar, kasusnya kan sudah ditangani Polsek Tegalbuleud dan sudah penyelidikan. Hanya kemarin anaknya ditanya tidak bisa bicara malahan seperti kebingungan," kada Badrudin kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

Badrudin mengenal korban yang memang kerap luntang-lantung dan meminta-minta. Namun karena kondisinya sebagai penyandang disabilitas, meskipun baru mengalami penganiayaan keji korban menganggap seolah tidak terjadi apa-apa.

"Lukanya di jari kaki kiri kanan dicabutin kukunya dan bibir atasnya juga terluka sepertinya sama rokok disundut. Pas paginya (setelah kejadian) dia langsung ya namanya anak begitu, jalan lagi biasa. Posisi anak ini yatim, jadi bukan yatim-piatu ibunya tidak ada di rumah sejak lama," beber Badrudin.