Kala Petani di Ciparay Terkesima Drone Penyemprot Pupuk

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 19:34 WIB
Drone Penyemprot Pupuk
Sejumlah orang melihat aksi drone penyemprot pupuk. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)

Bahkan, kata Ayub, untuk menyemprot lahan miliknya seluas 3,5 hektare saja menghabiskan waktu sekitar dua hari lebih. "Kalau manual saya sehektar 2 hari," ucapnya.

Namun, Ayub mengeluhkan teknologi tersebut dinilai sangatlah mahal. Ia bersama kelompok taninya berencana untuk menyewa teknologi tersebut untuk menghemat pengeluaran.

Selain itu, dia pun berharap agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara permanen oleh petani. Alasannya demi menghemat waktu dan memudahkan pekerjaan petani.

"Kalau harga Rp 20-30 juta, insyaallah saya beli. Tapi harganya sampai Rp 100 juta lebih ternyata. Dihitung lagi mending sewa cuma Rp 160 ribu satu hektare. Kalau lebih sekitar 400 ribuan," ujar Ayub.

Drone Penyemprot PupukDrone penyemprot pupuk. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bandung Ina Dewi menilai sosialisasi teknologi pada sektor pertanian dirasa sangat penting. Selain menghemat waktu kerja, teknologi dinilai dapat meningkatkan produktivitas dari petani maupun sawah garapan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas terutama di komoditas padi. Dan Ciparay ini merupakan salah satu sentra di Kabupaten Bandung. Jadi sangat tepat sekali, memilih lokasinya di sini," ucap Ina.

Penggunaan teknologi pun menjadi keseriusan pemerintah daerah yakni dengan adanya program SiBedas atau Sistem Bertani dengan Agro Solusi. Pada program tersebut, bukan hanya teknologi, tetapi ada solusi dari hulu hingga hilir.

"Diharapkan, dengan program itu dapat menghasilkan (peningkatan) 3 ton per hektare," kata Ina.

Vice President Penjualan Wilayah Region 3A Pupuk Indonesia Aviv Ahmad Fadhil menuturkan teknologi drone merupakan kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Yogyakarta TodayTech. Drone tersebut dimodifikasi sehingga dapat menyemprotkan pupuk cair buatan PT Pupuk Indonesia yakni Ponska OCA.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan serta sarana edukasi kepada petani menyoal penerapan teknologi pada sektor pertanian. "Penambahan pupuk organik cair ini dengan prinsip efisiensi dan tetap mengedepankan kualitas dan kemudahan dalam aplikasi (drone) oleh petani, yang nantinya untuk meningkatkan hasil panen yang optimal," tuturnya.


(bbn/bbn)