Bukan Kawin Kontrak, Keluarga Tegaskan Sarah Berstatus Nikah Siri

Ismet Slamet - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 16:40 WIB
Sarah semasa hidup. Wanita Cianjur ini meninggal akibat disiksa dan disiram air keras oleh suaminya.
Sarah yang tewas disiram air keras oleh suami WNA (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Sarah (21) dibunuh secara keji dengan cara disiram air keras oleh suaminya sendiri, Abdul Latif (29) pria berkebangsaan Arab Saudi. Keluarga pun menegaskan jika korban dinikahi secara siri, bukan kawin kontrak.

Salman (60), ayah korban, mengatakan korban dinikahi pelaku pada September 2021 lalu. Korban awalnya menolak pinangan pelaku. Namun kemudian pelaku meminta bantuan pada salah seorang tokoh agama di lingkungan rumah korban untuk menjodohkannya.

"Jadi Sarah itu sudah menolak, bahkan sudah empat hari. Tapi pelaku ternyata melakukan cara lain, dengan menjebak Sarah dalam keadaan keluarga sudah dikumpulkan untuk akad nikah, dengan salah satu tokoh agama sebagai amil nikahnya. Sarah dalam kondisi bingung, jadi terpaksa menerima pernikahan," kata dia, Senin (22/11/2021).

"Apalagi yang menikahkan guru ngajinya. Karena Sarah anak yang solehah, jadi menuruti berharap pernikahannya berjalan baik," tambahnya.

Salman memastikan korban buka dikawin kontrak melainkan dinikah siri oleh pelaku. "Bukan kawin kontrak, tapi nikah siri. Karena Abdul Latif ini kan statusnya WNA. Daripada menjadi fitnah, jadi dinikah siri dulu sebelum nikah tercatat negara," tuturnya.

Nahas, pernikahan siri tersebut malah berujung petaka. Sarah disiksa dan disiram air keras oleh pelaku hingga meninggal dunia.

"Keluarga terpukul atas kejadian ini. Anak sulung kami dinikah tapi berujung dibunuh. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukum mati," tuturnya.

Di sisi lain, Sekretaris MUI Kabupaten Cianjur Saepul Ulum, menjelaskan terkait perbedaan nikah siri dan kawin kontrak.

Menurutnya, nikah siri merupakan pernikahan yang sah secara agama dengan memenuhi syarah sah suatu pernikahan, mulai dari adanya calon pengantin, wali nikah, mahar, saksi dari kedua calon penganti, dan ijab qabul.

"Nikah siri secara agama sah, namun tidak tercatat secara negara," kata dia.

Sementara itu, menurutnya kawin kontrak atau kawin mut'ah ialah pernikahan terikat waktu, dimana pernikahan selesai bila waktu yang disepakati telah tiba.

Setelah waktu yang disepakati tiba, kedua suami istri akan terpisah tanpa ada proses perceraian sebagaimana pernikahan yang dikenal dalam Islam.


"Nikah kontrak ini nikah yang ditentukan waktu. Pernikahan selesai setelah waktu yang disepakati habis. Tentu ini dilarang. MUI sudah menyepakati jika kawin kontrak dilarang," kata dia.

Ulum menuturkan kawin kontrak dilarang lantaran dinilai tidak sesuai dengan ketentuan agama.

"Pernikahan itu komitmen bersama untuk hidup bersama tanpa terikat waktu, mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Tidak benar ikatan rumah tangga dan kebahagiaan di dalamnya harus ditentukan waktunya, misalnya hanya beberapa tahun atau bahkan hanya hitungan bulan," pungkasnya.

(mud/mud)