Fakta-fakta Kasus Pria Arab Habisi Istri Siri di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 09:41 WIB
Sarah semasa hidup. Wanita Cianjur ini meninggal akibat disiksa dan disiram air keras oleh suaminya.
Sarah semasa hidup. Wanita asal Cianjur ini meninggal akibat disiksa dan disiram air keras oleh suaminya. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Abdul Latif (29) ditangkap polisi berkaitan kasus pembunuhan berencana kepada Sarah (21), warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pria berkebangsaan Arab Saudi tersebut bertindak keji dengan menyiksa dan menyiram istri sirinya dengan air keras.

Nyawa Sarah tak tertolong saat menjalani penanganan medis. Wanita muda itu luka bakar di sekujur tubuhnya akibat siraman air keras.

Berikut fakta-fakta kasus pria Arab bunuh istri siri di Cianjur.

Korban Disiksa-Disiram Air Keras

Sarah ditemukan terkapar tak berdaya di depan teras rumahnya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (20/11) dini hari. Anak sulung dari tiga bersaudara ini disiksa suaminya, Abdul Latif (29), warga negara (WN) Arab Saudi.

Pelaku menyiksa dan menyiram korban dengan air keras. Iin Solihin (36), ketua RT setempat, mengatakan sebelum menyiramkan air keras, pelaku mengikat tangan korban menggunakan tali. Pelaku kemudian membenturkan wajah korban ke tembok sambil memukulinya.

Korban disiram air keras yang sudah disiapkan pelaku. Air keras itu mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.

"Korban juga dibekap menggunakan lakban agar tak berteriak," ujar Iin.

Salman (60), ayah korban, mengungkapkan pelaku juga memaksa korban untuk meminum air keras sebelum mulutnya dibekap menggunakan lakban. "Memang biadab. Anak saya bukan hanya disiksa dan diguyur air keras, tapi juga sempat dipaksa meminum air keras," ujar Salman.

Luka Bakar Sekujur Tubuh

Akibat perbuatan keji pria Arab Saudi itu, Sarah luka bakar serius. Sarah meninggal dunia usai 18 jam dirawat di RSUD Cianjur dalam kondisi kritis.

Kapolsek Cianjur Kompol Ahmad Suprijatna mengatakan korban meninggal dunia pada Sabtu (20/11) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. "Meninggal di RSUD Sayang," ucap Ahmad.

Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur Darmawan menjelaskan korban meninggal saat hendak dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Meninggalnya saat hendak dirujuk. Kondisinya parah, dengan luka bakar serius 99 persen," kata Darmawan.

Darmawan mengatakan korban mengalami masa kritisnya sejak masuk RSUD sayang sekitar pukul 02.00 hingga 20.30 WIB.

Simak video 'Momen WN Timteng yang Siram Istri Siri Air Keras Diciduk di Soetta':

[Gambas:Video 20detik]