5 Fakta Kasus Pembunuhan Bos 'Sinar Minang' Karawang

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 11:36 WIB
Ilustrasi pembunuhan di kamar
Ilustrasi kasus pembunuhan (Ilustrator: Edi Wahyono)

3. Surat Perjanjian

NW, istri korban, membuat surat perjanjian dengan para eksekutor dalam sebuah surat yang dilengkapi meterai Rp 10 ribu. Hal itu sesuai dengan barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian.

"Ada hal yang menarik, yakni ditemukannya surat perjanjian kerja antara NW dan para pelaku lainnya namun tidak disebutkan kerjanya seperti apa," ucap Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono di Mapolres Karawang, Sabtu (6/11/2021).

Pembunuh Bayaran di KarawangKomplotan pembunuh bayaran di Karawang. (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom)

Dalam isi surat tersebut, NW sebagai pihak pertama telah membuat surat pernyataan pada Kamis 9 September 2021. Ada enam pelaku yang menandatangani surat perjanjian tersebut.

Kemudian mereka bersepakat dengan bunyi kalimat 'Adapun kedua belah pihak telah sepakat mengikat diri dalam sebuah perjanjian kerja'. Polisi sudah mengamankan surat perjanjian tersebut.

4. Pelaku Dibayar 30 Juta

Dalam kesepakatan, NW menjanjikan bayaran kepada para pelaku berjumlah 30 Juta rupiah. Sejauh ini, polisi baru menangkap lima pria komplotan pembunuh bayaran.

"Para pelaku mendapat mendapat bayaran oleh NW selaku istrinya bervariasi, di mana pada Rabu (3/11) di Mal Ramayana, NW ini telah memberikan Rp 10 juta kepada AM alias Otong untuk dibagikan kepada pelaku lain," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono.

Selain itu, menurut Aldi, NW membuat perjanjian dengan para eksekutor untuk menghabisi nyawa sang suami. Para pelaku rencananya dibayar sebesar Rp 30 juta.

"Jadi ada surat kontrak kerja antara NW dan pelaku dan rencananya akan dibayar sekitar Rp 30 jutaan," ucap Aldi.

5. Polisi Sita Motor dan Golok

Polisi menyita sejumlah barang bukti berkaitan kasus pembunuhan bos rumah makan 'Sinar Minang' di Karawang. Barang bukti itu berupa telepon genggam, tiga sepeda motor, pakaian korban, serta satu golok dan badik.

Enam pelaku itu diganjar Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 556. "Minimal 20 tahun kurungan penjara, maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," ujar Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono.


(bbn/bbn)