Sidang Korupsi Hibah Ponpes Banten, Saksi Beberkan Isi Proposal FSPP

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 18:30 WIB
Tiga saksi dari tim verifikasi hibah ponpes Pemprov Banten.
Tiga saksi dari tim verifikasi hibah ponpes Pemprov Banten. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Saksi dari tim verifikasi Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengungkapkan proposal hibah tahun 2018 senilai Rp 66 miliar tidak mencantumkan detail pesantren penerima hibah. Proposal yang diajukan oleh Forum Silatutahmi Pondok Pesantren (FSPP) juga hanya mencantumkan jumlah pesantren penerima dan FSPP mengajukan diri sebagai penyalur.

Pengakuan bahwa proposal hibah diajukan oleh FSPP disampaikan oleh saksi dari tim verifikasi dari Biro Kesra Provinsi Banten yaitu Walidan, Faisal Abas, dan Subhan di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (2/11/2021). Tim ini hanya bertugas melakukan pengecekan administrasi dokumen seperti proposal, tujuan pengajuan hibah, rencana anggaran biaya dan susunan kepengurusan.

Menurut Faisal, FSPP dikabulkan menerima hibah RP 66 miliar lebih. Tapi, kepada majelis hakim di dokumen proposal yang diajukan memang tidak mencantumkan 3 ribu lebih pesantren baik itu nama maupun alamatnya.

"Tidak ada, hanya ditujukan ke FSPP," ujarnya.

Di dalam dokumen proposal itu katanya ada beberapa item rencana anggaran. Itemnya mulai dari anggaran operasional FSPP hingga pemberdayaan pondok pesantren. Untuk bantuan pesantren, hanya disebutkan dalam salah satu item bantuan berupa Rp 20 juta per pesantren kepada 3 ribu pesantren lebih.

Ia menambahkan, di proposal FSPP itu ada juga item untuk insentif guru ngaji dan permodalan koperasi pesantren. Untuk operasional, FSPP meminta bantuan per bulan Rp 50 juta dan jika ditotal selama setahun jumlahnya Rp 600 juta.

"Untuk operasional yang diusulkan Rp 50 juta, kemudian untuk insentif guru ngaji 600 ribu dari, ada lagi insentif pendamping 500 ribu untuk internal FSPP, kemudian dana bantuan sarana teknologi informasi Ro 5 juta, sarpas pontren 100 pontren harganya Rp 15 juta, terakhir bantuan permodalan koperasi ponten 50 juta tapi hanya 8 koperasi," tutur Faisal.