Pelaku Perjalanan Wajib Tes PCR, Begini Respons Pemkab Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 13:55 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Cianjur -

Pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan transportasi darah dengan jarak perjalanan minimal 250 kilometer atau waktu perjalanan 4 jam menunjukkan kartu vaksin atau surat keterangan hasil tes bebas COVID-19.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 90 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), disebutkan bahwa pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis 1, surat keterangan hasil tes PCR maksimal 3x24 jam atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan. Ketentuan syarat perjalanan tersebut berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, kendaraan bermotor umum, maupun angkutan penyeberangan.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan aturan tersebut membingungkan jika diterapkan secara kaku di daerah. Sebab Cianjur memiliki kondisi geografis yang luas. Bahkan dari wilayah perkotaan menuju selatan dapat memakan waktu empat jam lebih.

"Sulit kalau diterapkan sesuai dengan aturan. Karena kalau di Cianjur, dalam kota saja jarak tempuh antar kecamatan bisa empat jam lebih. Jadi kemungkinan tetap diterapkan, namun lebih fleksibel," kata Herman, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, aturan tersebut juga kemungkinan akan diberlakukan untuk pelaku perjalanan dari luar kota ke Cianjur ataupun sebaliknya. "Kalau untuk pelaku perjalanan lokal kemungkinan tidak diberlakukan. Apalagi secara kasus penyebaran di Cianjur sangat rendah. Kasus aktif saja sekarang hanya 20 orang," ucap Herman.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur Yusman Faisal menyatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait aturan perjalanan darat tersebut. Sebab, kata dia, aturan kerap berubah dalam beberapa hari. Sehingga pihaknya akan memastikan dulu aturan tersebut sebelum diterapkan.

"Kita tunggu arahan lebih lanjutnya, sekaligus memastikan tidak ada perubahan lagi. Kota juga kebingungan dalam penerapannya, sebab penyekatan di perbatasan sekarang sudah tidak ada. Jadi harus disiapkan dulu segala sesuatunya," ujar Yusman.

(bbn/bbn)