Diviralkan Lakukan Aksi Premanisme, Pria Sukabumi Diperiksa Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 11:25 WIB
Pria Sukabumi diperiksa polisi gegara dituding melakukan aksi premanisme
Pria Sukabumi diperiksa polisi gegara dituding melakukan aksi premanisme (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Pria bernama Budi Jabrig diperiksa polisi gegara narasi viral yang menuding dirinya melakukan aksi premanisme. Budi membantah tuduhan tersebut.

Narasi yang disebar bersama video kekerasan itu menyudutkan nama pria asal Kampung Ciherang Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Malam tadi, Budi memenuhi panggilan polisi. Kepada awak media Budi mengaku geram karena namanya disebut dalam narasi premanisme tersebut.

"Saya yang bernama Budi Jabrig yang diviralkan entah dari mana dan disebut sebagai preman lalu sampai ke Panglima di sana. Saya berdiri disini ingin klarifikasi untuk masalah pribadi saya menyangkut harga diri saya dan menyangkut harga diri Polsek di wilayah kami di sana," ungkap Budi di Mapolres Sukabumi, Jumat (29/10/2021).

Dalam narasi itu, Budi menceritakan dirinya dituduh kerap melakukan pemalakan, penganiayaan dan intimidasi. Budi membantah itu semua, ia juga mengaku dirugikan atas kalimat-kalimat tersebut.

"Saya tegaskan di sini bahwa saya tidak pernah melakukan pemalakan penganiayaan atau mengintimidasi siapapun dan barangsiapa masyarakat yang merasa di intimidasi oleh saya dan merasa telah dirugikan silahkan saya terbuka dan kooperatif saya juga memenuhi panggilan kepolisian untuk meluruskan hal itu," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan pihaknya hanya merespons narasi viral tersebut. Terlebih pihak Muspika Kecamatan Nyalindung juga diresahkan dengan kalimat yang viral di aplikasi perpesanan tersebut.

"Adanya informasi premanisme atau Ormas yang dianggap meresahkan masyarakat terutama kemarin ada aduan dari pihak Kecamatan Nyalindung kaitan narasi viral tersebut. Kami langsung membentuk tim khusus, mendalami narasi viral tersebut dan melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut," kata Dedy.

Dijelaskan Dedy, selain narasi tersebut disertakan juga dua video yang memperlihatkan aksi kekerasan. Dari pengamatan lokasi, disebut Dedy lokasi dalam video bukanlah di wilayah hukumnya.

"Kami juga memintai keterangan terhadap orang yang diduga kuat masuk dalam aduan tersebut yaitu sodara BJ dan kita sudah meminta keterangan malam ini juga kami akan tindaklanjuti laporan tersebut dan untuk video yang beredar ada dua video yang beredar kami sudah amati dan kami analisa bahwa video bukan di wilayah hukum kami," jelas Dedy.

Simak juga 'Sengketa Lahan, Emak-emak di Jakbar Usir Preman Pakai Panci-Perabot':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)