Ragam Kisah Warga Jabar yang Menderita Gegara Teror Pinjol Ilegal

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 12:28 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Ilustrasi pinjol ilegal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)

Teman Peminjam Dimaki Debt Collector

Debt collector pinjol tidak hanya meneror ke peminjam uang, beberapa teman si peminjam juga ikut diteror oleh nomor tak dikenal yang langsung menagih utang.

Biasanya nasabah pinjol kerap menyertakan nomor darurat, teman hingga kenalannya saat membuat aplikasi pinjaman. Ketika terlambat membayar, penagih tidak segan meneror nomor-nomor yang disertakan tersebut.

Hal itu dialami Nurlela warga Palabuhanratu yang juga admin halaman Facebook My Palabuhanratu itu mengaku pernah tiba-tiba di telepon hingga dikirimi pesan oleh penagih aplikasi pinjol. Tidak hanya satu kali, hal itu dialami Nurlela berkali-kali hingga ia terpaksa mematikan telepon seluler dan memblokir kontak-kontak tersebut.

"Saya dikirimi foto selfie nasabahnya, lalu diteleponin. Itu beda-beda orang atau beda-beda nasabah begitu. Mungkin nomor saya disertakan sebagai kontak darurat oleh yang bersangkutan saat meminjam," kata perempuan yang akrab disapa Misber oleh member-nya tersebut, kepada detikcom, Sabtu (16/10).

Nurlela mengaku diancam dengan kata-kata kasar agar si peminjam agar membayar utangnya. Padahal, dari nama-nama yang disebut penagih pinjol, ada sebagian yang tidak dikenal oleh Nurlela. Menurutnya, aksi teror itu berlangsung sejak Juli hingga September.

"Pakai kata kasar ya, mereka minta tolong dibilangin ke saudara kamu ke teman kamu agar segera lunasi utang. Saya jawab ya saya enggak kenal orangnya. Akhirnya ya saya blokir saja," ujar Nurlela.

Dia kemudian mengirimkan beberapa tangkapan layar yang menyertakan foto selfie peminjam. "Sering juga beberapa followers yang mengeluhkan soal teror telepon itu, hanya saya menyarankan agar diblokir saja," ucap Nurlela.

Ia juga mengaku pernah dikirimi foto seseorang yang dia kenal dan bekerja sebagai dokter. Dalam pesannya si dokter tersebut disebut sebagai penipu.

"Saya kenal fotonya dan namanya juga sama, dia berprofesi sebagai dokter. Akhirnya saya forward tapi enggak dibalas sama orangnya," ucap Nurlela.


(yum/bbn)