Menyelisik Siasat Jahat Pinjol Ilegal Sleman Tagih Utang Nasabah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 09:54 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Ilustrasi pinjol ilegal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Bandung -

Polda Jabar menetapkan delapan tersangka kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang berkantor di Sleman, Yogyakarta. Bos pinjol tersebut turut diringkus.

Polisi mengungkap siasat jahat yang dilakukan pinjol ilegal saat menagih utang nasabah. "Modusnya, operator desk collection ini mendapatkan arahan, sudah ada nama-nama nasabah yang akan ditagih, setelah itu ditagihkan. Dia memiliki beberapa sarana, baik melalui telepon maupun ada juga yang melalui WA (WhatsApp)," ucap Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar melalui Wadir Reskrimsus Polda Jabar AKBP Roland Ronaldy kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Lewat sarana itulah, kata Roland, para debt collector online ini melakukan penagihan. Bentuk ancaman diberikan oleh debt collector kepada nasabah.

"Dari situlah mereka melakukan pengancaman-pengancaman terhadap nasabah," kata Roland.

Menurut Roland, ancaman-ancaman kepada nasabah itu berdasarkan arahan dari atasan sang debt collector. Begitu pun dengan nomor telepon nasabah yang diduga berasal dari atasannya.

"Sejauh ini seperti itu ada (arahan ancaman). Dapat datanya itu dari pimpinannya. Kita masih kembangkan bagaimana perusahaan ini mendapat kontak id-nya," tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya, para penagih utang ini memiliki target jumlah nasabah. Dalam sehari, satu orang debt collector online diminta menagih 15-20 nasabah.

"Setiap aplikasi meminjamkan uang berbeda-beda, ini masih banyak orang-orangnya. Macam-macam, ada yang Rp 1 juta, Rp 1,5 juta, ada Rp 2 juta," kata Roland.

Lihat juga video 'Mahfud: Untuk Pinjol Legal Silakan Berkembang, Justru Itu Diharapkan':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)