BRIN Pamerkan Helm Berbahan Limbah Kelapa ke Warga Majalengka

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 17:14 WIB
Helm Limbah Kelapa
Helm berbahan limbah kelapa. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)
Majalengka -

Sebuah inovasi helm berbahan limbah kelapa sawit dipamerkan kepada warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Helm tersebut dikenalkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi, Rabu (20/10/2021).

Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN Hardi Julendra mengatakan helm yang memanfaatkan limbah kelapa sawit ini merupakan inovasi yang dibuat untuk mendukung program green composite.

"Ini merupakan inovasi dari teman-teman di IPB (Institut Pertanian Bogor). Mereka memanfaatkan limbah serabut kelapa sawit untuk dibuat busa. Jadi lapisan di dalam helm itu menggunakan serabut kelapa sawit," kata Hardi saat memberikan keterangan di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka.

Menurutnya, inovasi pemanfaatan serabut kelapa sawit tersebut telah diuji mampu memberikan rasa nyaman bagi pengendara sepeda motor. Bahkan rasa nyaman yang diberikan juga diklaim melebihi penggunaan busa.

"Sudah diuji dari kelenturannya, keamanannya, kenyamanannya. Jadi biasanya bagian dalam helm pakai busa, ini pakai serabut dan yang pasti sudah standar nasional (SNI) juga," ujar Hardi.

Dia menjelaskan pihaknya akan selalu memfasilitasi segala bentuk riset dan inovasi yang dibuat warga Indonesia. BRIN siap membantu pengenalan produk inovasi kepada masyarakat.

"Tentu kita memfasilitasi semua riset inovasi yang ada di negeri ini ya. Mulai dari awal risetnya, terus peralatannya, termasuk juga memperkenalkan hasil riset ke masyarakat. Seperti yang kita lakukan sekarang ini," kata Hardi.

Pada kesempatan itu BRIN juga menyalurkan bantuan alat roasting kopi kepada sejumlah pemilik kafe. Alat tersebut diberikan bagi pemilik kafe yang belum memiliki alat roasting.

"Di Majalengka ada 60-80 kedai kopi, Majalengka juga ada kebun kopi. Oleh karena itu saya usul ke BRIN untuk alat roasting kopi ini," kata anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi.

(bbn/bbn)