Alus Euy! Panitia Berbusana Adat Kawal TPS Pilkades di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 16:19 WIB
Panitia Berbusana Adat Kawal Pilkades Bandung
Panitia berbusana adat kawal TPS Pilkades di Kabupaten Bandung. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Di saat pemilihan kepala desa (Pilkades) terkesan serius dan kurang menarik. Sejumlah panitia di salah satu TPS di Soreang, Kabupaten Bandung, justru mencuri perhatian.

Tujuh panitia kompak mengenakan busana adat layaknya acara pernikahan. Dilengkapi menggunakan kopiah untuk pria dan rok dari bahan kain batik untuk perempuan, mereka terlihat bersemangat mengawal TPS.

Bukan hanya pakaian, dekorasi TPS pun dibuat seperti pesta pernikahan. Ornamen bunga palsu menggantung di pintu masuk menambah nuansa layaknya acar resepsi.

Panitia pun tampak ramai saat melayani kedatangan pemilih. Mereka mengantar pemilih hingga sampai ke bilik suara.

Ketua TPS 06 Desa Pamekaran Sopian Hadi menuturkan pemilihan busana adat ini diputuskan pada kemarin malam. Sebab, TPS yang mereka jaga akan kedatangan tamu yakni Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Panitia Berbusana Adat Kawal Pilkades BandungPanitia berbusana adat kawal TPS Pilkades di Kabupaten Bandung. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)

Informasi yang mendadak pun membuat mereka merombak semua rencana. Akhirnya mereka memilih dan menyewa baju adat.

"Alasannya kita sebelumnya dikasih tahu bahwa akan ada kunjungan Bupati, H-1. Maka kita upayakan seragam. Kebetulan kita disarankan pakai baju adat, mungkin kebetulan kami mendapatkannya baju riasan pengantin," ujar Sopandi kepada detikcom, Rabu (20/10/2021).

Sopandi tidak mengira ternyata pakaian mereka membuat orang jadi tertarik ke TPS. Hasilnya, hampir 70 persen pemilih sudah memberikan suaranya hingga pukul 11.00 WIB. Di desa tersebut, terdapat lima calon kades.

"Ya alhamdulillah, jadi beda sama TPS lain. Pemilih juga jadi antusias. Mungkin juga karena calonnya sudah pada tahu. Jadi terlihatlah, segi masyarakat, sangat antusias," tuturnya.

Selain itu, untuk menambah antusias warga, panitia pun mendatangi rumah warga secara langsung. Meski begitu, pihaknya pun tidak dapat memaksa apabila pemilih tidak datang ke TPS.

"Biasanya dokumen ada yang kurang, dan mungkin malas urus. Akhirnya kita ke sana buat jelaskan dan membantu. Tapi datang atau nggaknya, nggak bisa ditentukan juga," ujar Sopandi.

Lihat video 'Hasil Simulasi Disbudpar Bandung: Museum Geologi Layak Dibuka':

[Gambas:Video 20detik]