Orang Pinggiran

Pasang Badan Menolak Pembongkaran Rumah

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 07:53 WIB
Tolak Pembongkaran Rumah di Bandung
Warga menolak pembongkaran rumah. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Warga Jalan Anyer-Sukabumi, Kota Bandung, menolak rencana pembongkaran rumah mereka oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Salah satu alasan warga menolak pembongkaran karena uang kompensasi pembongkaran rumah mereka hanya berkisar Rp 200 ribu - Rp 250 ribu per meter.

Pada Senin pekan lalu warga menggelar aksi di Jalan Anyer. Tarid Ferdiana, kuasa hukum warga, mengatakan kliennya keberatan jika rumahnya dibongkar. Pasalnya, saat ini warga sedang menanti hasil gugatan atas niat perobohan 18 rumah yang dihuni oleh 40 KK.

"Kita sedang melakukan gugatan karena itu adalah hak warga. Kita hanya mencari keadilan, tidak ingin keluar dari rumah masing-masing tapi dengan ganti rugi yang tidak sesuai," kata Tarid.

Sebelumnya, KAI dan PT WIKA hendak membangun Laswi City Heritage di gudang persediaan di gudang persediaan PT KAI. Penertiban pun dilakukan di atas lahan milik KAI yang telah dihuni puluhan tahun oleh warga.

"Kita sudah masuk gugatannya ada 30 Agustus 2021. Pada 21 September sudah sidang pertama, tapi ini pas 4 Oktober sudah ada salah satu rumah penggugat yang ditertibkan secara paksa oleh PT KAI," ucap Tarid.

Ia meminta agar PT KAI menunggu hasil gugatan sampai inkrah. "Jangan sampai ada pembongkaran paksa karena itu tidak manusiawi," ucap Tarid.