Orang Pinggiran

Sejarah Singkat Terbentuknya PT KAI dari Masa ke Masa

Nur Azis - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 17:06 WIB
Ilustrasi kereta api
Ilustrasi (Foto: dok. PT KAI)

NIS sendiri hampir mengalami krisis keuangan atau bangkrut. Hal itu dikarenakan biaya pembangunan yang tidak sepadan dengan pencapaian keuntungan setelah beberapa tahun beroperasi (Reitsma,1924).

Faktor alam yang menantang menjadi salah satu indikator diperlukannya modal besar untuk pembangunan jalur kereta api selanjutnya. Sementara para pemodal sendiri sudah enggan menginvestasikan uangnya dalam bisnis perkereta apian tersebut.

Sementara SS memulai proyek pembangunan jalur kereta api pertamanya dengan membuka jalur Surabaya-Pasuruan dan Malang pada 6 April 1875. Pembangunan yang menelan budget 10 juta gulden itu dipimpin oleh pensiunan kolonel zeni KNIL, yakni Inspektur Jenderal David Maarschalk - Patung marmer untuk mengenang jasanya berada di stasiun kereta api Bogor ?

Jalur tersebut sukses dikerjakan untuk kemudian diresmikan langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia-Belanda kala itu, Mr. J. W. van Lansberge pada 16 Mei 1878. Selain jalur Surabaya-Pasuruan- Malang, Maarschalk dan para pekerjanya juga membangun sejumlah jalur kereta api diantaranya Bogor-Cianjur-Bandung dan Cicalengka. Kemudian Sidoardjo-Modjokerto-Kertosono-Blitar.

Dari Kertosono disambung ke Madiun-Solo. Jalur lainnya, Cicalengka-Cilacap dan jalur Bangil-Pasuruan ke Probolinggo. Dalam membangun seluruh jalur kereta api tersebut, Maarschalk sukses menyelesaikan hanya dalam kurun waktu 5 tahun.

Pada tahun 1880, Maarschalk melepas jabatannya untuk kemudian digantikan oleh Derx yang tidak lain adalah tangan kanannya. Di masa Derx ada sejumlah jalur kereta yang dibangun, diantaranya jalur Pasuruan-Probolinggo, jalur Surabaya-Kalimas, jalur Betawi-Tanjung Priok dan jalur Jogja-Cilacap.

Derx juga menyelesaikan pembangunan jalur Kertosono- Madioen-Solo hingga tersambung dengan jalur milik NIS pada 24 Mei 1884. Kemudian pada 1 November 1894, Derx juga dapat menyelesaikan jalur Cilacap-Cicalengka. Sehingga jalur kereta api tersambung terus dari mulai Tanjung Priok hingga ke Surabaya.

Singkatnya, jalur kereta api telah berkembang pesat di pulau Jawa pada tahun 1901. Jalur timur Jawa telah dibangun sepanjang 812 kilometer dan jalur Barat sepanjang 812 kilometer. Jumlah tersebut, hampir dua kali lipat jika dibanding tahun sebelumnya atau tahun 1894 dimana jalur timur hanya sepanjang 485 kilometer dan jalur Barat sepanjang 604 kilometer.

Pada tahun 1913 menjadi tahun penting bagi kemajuan SS setelah jalur Bogor-Betawi berhasil dibeli dari NIS seharga 8 juta gulden. Sehingga, jalur barat semuanya menjadi milik SS. Belum lagi Jalur lain yang berhasil dibangun setelahnya, seperti jalur Garut-Cikajang, jalur Bandung-Banjaran-Pangalengan, Banjar-Parigi-Cijulang dan jalur kereta api lainnya. Selain di Pulau Jawa, SS juga berhasil membangun sejumlah jalur kereta api di pulau Sumatera.