Tunggu Manajemen, Bobotoh Bertahan di Depan Kantor Persib

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 20:36 WIB
Demo Bobotoh di depan Kantor Manajemen Persib Bandung.
Foto: Demo Bobotoh di depan Kantor Manajemen Persib Bandung (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Lima jam sudah bobotoh mengepung Kantor Persib Bandung di Jalan Sulanjana, Kota Bandung pada Minggu (10/10/2021). Mereka bertahan seraya menunggu pihak top manajemen Persib menemui mereka secara langsung.

Candra (29), salah satu bobotoh mengaku greget ingin menyampaikan tuntutannya kepada manajemen Persib. Pasalnya, manajemen yang diwakili Komisaris Persib Kuswara S Taryono hanya menyapa Bobotoh melalui ponsel yang suaranya dikeraskan lagi lewat megaphone.

"Ya saya jauh-jauh juga dari Bogor ini, tapi tadi hanya mendengar suara manajemen lewat ponsel. Itu juga enggak jelas apa maksudnya, yang jelas kita coba bertahan dulu di sini," ujar Candra saat berbincang dengan detikcom.

"Kita juga mau ngawal petisi itu," ucap Candra melanjutkan.

Beberapa hari sebelumnya, Bobotoh menyampaikan petisi yang berisi beberapa poin di antaranya meminta manajemen meminta maaf secara terbuka terkait performa Persib, menendanng Robert Alberts dari kursi pelatih, hingga mengganti tagar #MenangBersama menjadi #PersibJuara.

Perwakilan Bobotoh Tobias Ginanjar mengatakan hingga pukul 20.00 WIB belum ada titik temu antara Bobotoh dan manajemen. Menurutnya, perjuangan ini bukan hanya dilakukan Bobotoh dari Bandung tapi juga dari luar Bandung.

"Ada poin-poin yang belum disepakati. Hari ini kebetulan yang datang diutamakan dari luar kota dulu. Tadi banyak perwakilan dari Karawang, Bekasi, Jabodetabek dan seterusnya," kata Tobias

Sebelumnya, Bobotoh datang ke Sulanjana sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka menyalakan flare hingga membakar ban sambil menyatakan tuntutannya. Arus lalu lintas pun sempat dialihkan karena Bobotoh bertahan di pinggir jalan.

"Kenapa kita masih bertahan disini karena kita ga ada respon dari manajemen. Para bobotoh menuntut manajemen untuk menemui dan datang langsung terkait petisi tersebut. Jadi kami masih bertahan dan menunggu disini," kata Tobias.

"Kita tetap bertahan di sini sampai ada manajemen ke sini. Alhamdulillah dari pihak keamanan memfasilitasi juga berkoordinasi dengan manajemen agar manajemen datang kesini," pungkas Tobias.

(yum/mso)