Sekelompok Orang Keroyok Warga di Bandung Barat, Polisi Buru Pelaku

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 16:24 WIB
Sekelompok orang keroyok seorang warga Bandung Barat
Sekelompok orang keroyok seorang warga Bandung Barat (Foto: tangkapan layar video)
Bandung Barat -

Media sosial Facebook digegerkan dengan rekaman CCTV yang menunjukkan aksi sekelompok orang yang memukuli seorang warga yang tengah menunggu pos penyekatan perbaikan jalan.

Aksi pemukulan itu ternyata terjadi tepat di depan SPBU Manapa, Jalan Raya Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (6/10/2021) menjelang dinihari.

Dalam rekaman CCTV berdurasi 2.50 menit itu terlihat sekelompok orang turun dari mobil ambulans. Tanpa tedeng aling-aling, mereka langsung menyerang warga yang saat itu tengah berjaga mengatur lalulintas lantaran jalan raya tersebut tengah diperbaiki.

Ambulans yang terlihat dalam rekaman CCTV tersebut ternyata milik Desa Batulayang, Kecamatan Cililin. Saat itu ambulans dikendarai oleh Dani Setiawan (33) yang merupakan sopir ambulans desa.

Dani menjelaskan kronologis kejadian tersebut dan mengapa ambulans Desa Batulayang bisa mengangkut orang-orang yang melakukan aksi pemukulan. Berawal tatkala ada sekelompok orang yang menyetop ambulansnya untuk minta diantarkan ke RS Cililin.

"Awalnya saya mau antar SKTM ke rumah warga di Desa Pataruman. Pulang dari sana, pas di Sasak Bubur sedang ada penyekatan, tiba-tiba datang orang minta bantuan untuk membawa temannya ke RS Cililin karena mengalami luka di bagian kepala," ujar Dani kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

"Akhirnya orang yang luka itu naik ke ambulans. Kita maju, ternyata 6 orang temannya ikut mendampingi termasuk dua motor. Mungkin supaya cepat diperjalanan jadi ada yang buka jalan," kata Dani menambahkan.

Di tengah perjalanan ternyata penumpang minta ambulans berhenti di depan SPBU Manapa. Ia tak tahu bahwa mereka hendak menyerang warga yang ada di tempat itu. Dani mengira kendaraan berhenti untuk menjemput keluarga orang yang sedang terluka.

"Sampai di pom bensin saya diminta berhenti, saya kira mau menjemput keluarga ternyata mau nyerang orang lain. Saya mau kabur, tapi tidak bisa karena diadang motor di depan. Setelah beres baru naik lagi ke ambulans dan akhirnya saya antar mereka langsung ke Polsek Cililin," jelas Dani.

Dani menegaskan jika ia maupun mobil ambulans Desa Batulayang sama sekali tak terlibat dalam aksi penyerangan hingga pengeroyokan yang viral di media sosial tersebut. Guna meluruskan kejadian tersebut ia bahkan telah memberi keterangan kepada pihak kepolisian.

"Saya sebagai petugas kemanusiaan engga ada gunanya ikut menyerang masyarakat. Justru saya bantu orang yang dalam perkiraan saya korban lakalantas tapi malah seperti ini kejadiannya," pungkas Dani.

Sementara itu Kapolsek Cililin AKP Deni Nurcahyadi mengatakan telah menerima laporan terkait pengeroyokan seperti yang dimaksud. Pihaknya bahkan tengah memburu para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.

"Betul ada penyerangan dan pengeroyokan. Kejadiannya hari Rabu (6/10), diduga pelaku dari arah Sasak Bubur menumpang ambulans. Pelaku 5 orang memberhentikan ambulans, saat ini kita sedang kejar," kata Deni.

Deni menyebut dua orang luka-luka akibat diserang sekelompok orang menggunakan tangan kosong dan benda tumpul. Beruntung setelah menjalani perawatan, keduanya telah berangsur pulih kembali.

"Korban 2 orang luka-luka. Kita masih dalam proses penyelidikan, kita juga sudah minta keterangan sopir ambulans," jelas Deni.

(mud/mud)