ADVERTISEMENT

Petani Cirebon Curhat ke Moeldoko soal Impor Garam

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 15:49 WIB
Moeldoko
Moeldoko (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)

Cegah Kebocoran Impor Garam ke Pasar

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengaku telah menyiapkan skema impor yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan demi menjaga harga garam petani.

Dia mengatakan selama ini terjadi kebocoran garam ke pasar. "Nantinya impor tidak diserahkan pihak ketiga. Jadi langsung diserahkan ke industri atau ke penggunanya. Sekarang ini terjadi kebocoran, penyimpangan. Garam yang harusnya untuk industri, akhirnya bocor ke pasar. Karena harganya lebih murah. Akhirnya merugikan garam petani," tutur Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan alasan pemerintah untuk tetap menerbitkan kebijakan impor garam. Menurut dia, produksi garam lokal yang tak sesuai kebutuhan. Dalam sambutannya, Moeldoko mengatakan, kebutuhan garam nasional mencapai sekitar 4 juta ton per tahun. Kebutuhan garam ini mayoritas diperuntukkan untuk industri, yakni sekitar 3,7 juta ton.

"Sedangkan kemampuan produksi garam lokal kita itu pada 2020 baru 1,365 juta ton. Kenapa kita harus impor, karena industri itu butuh garam," ujarnya.

"Kalau kebutuhan industri terhambat. Maka bisa berpengaruh terhadap produksi bahkan aktivitas ekspor," kata Moeldoko menambahkan.

Dia menjamin pemerintah tegas terkait kebijakan impor. Moeldoko memastikan tak ada lagi persaingan di pasar antara garam impor dan lokal.

"Kita benar benar mengarah ke sana. Ini sungguh-sungguh," ucap Moeldoko.

Selain berbicara kebijakan impor garam, Moeldoko juga mengaku akan menyampaikan semua keluh kesah petani garam di Cirebon, salah satunya soal HET. "Soal HET akan kami sampaikan ke kementerian. Kemudian soal bantuan geomembran dan abrasi. Kondisi abrasi ini harus mendapatkan atensi," ucap mantan Panglima TNI itu.


(bbn/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT