135 Desa di Cirebon Gelar Pilkades, Pemilih Wajib Bawa Kartu Vaksin

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 14:37 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Ilustrasi (Andhika Akbaransyah/detikcom)
Kabupaten Cirebon -

Sebanyak 135 desa di Kabupaten Cirebon akal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021. Pemilih wajib membawa kartu vaksin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon Erus Rusmana mengatakan pihaknya tengah mengebut mempersiapkan pelaksanaan Pilkades sesuai protokol kesehatan (prokes). Hal itu dilakukan guna menghindari munculnya klaster penyebaran COVID-19 saat Pilkades.

"Kita buat agar tidak ada kerumunan. Kemudian, setiap pemilih wajib melampirkan kartu vaksin di TPS. Selain protokol kesehatan, kita juga memberlakukan kartu vaksin," kata Erus dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (7/10/2021).

Erus menjelaskan Pilkades serentak bakal digelar di 135 desa yang tersebar di 38 kecamatan. "Pelaksanaannya 21 November. Semoga berjalan lancar," ucap Erus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan pihaknya memprioritaskan vaksinasi di 135 desa yang bakal menggelar Pilkades. Eni mengatakan bupati Cirebon telah menerbitkan surat edaran terkait prioritas pelaksanaan vaksinasi desa yang bakal menggelar Pilkades.

"Ada 838 ribu sasaran vaksin untuk desa yang menggelar PIlkades," kata Eni.

Menurut Eni, saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Cirebon untuk dosis pertama baru 22 persen atau sebanyak 409.087 jiwa dari yang ditargetkan. Pemkab Cirebon menargetkan 1,7 juta jiwa divaksinasi.

Bupati Cirebon Imron mengaku telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait pelaksanaan Pilkades serentak. Imron menekankan agar pelaksanaan Pilkades menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Satu TPS itu hanya 500 orang pemilih saja, sehingga nantinya tidak terjadi kerumunan massa. Petugas juga harus lebih bisa patuh terhadap protokol kesehatan. Selain itu, kami juga bakal memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi di desa-desa yang menyelenggarakan pemilihan," tutur Imron.

(bbn/bbn)