Dalih Emak-emak 'Bobol' Pasar di Bandung Tanpa Pindai Kode QR

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 11:21 WIB
Tanda Barcode di Pasar Balubur Bandung
Tanda kode batang aplikasi PeduliLindungi yang dipasang pengelola Pasar Baltos Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Uji coba aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan di Pasar Tradisional Baltos, Kota Bandung, belum efektif. Pengunjung pasar rata-rata tak memindai kode Quick Response (QR) aplikasi PeduliLindungi yang tanda kode bar atau kode batangnya sudah dipasang pengelola pasar.

Pantauan detikcom, Kamis (30/9/2021), tanda kode batang PeduliLindungi ditempel di pintu masuk bagian samping yang ada di pasar tersebut. Namun, syarat tersebut tetap 'bobol' dan sejumlah emak-emak bisa masuk tanpa wajib memindai kode QR dengan dalih tidak membawa ponsel.

Pengunjung yang hendak masuk ke dalam Pasar Baltos hanya dilakukan tes suhu tubuh saja. Meski demikian, mereka diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker.

"Rata-rata yang datang ibu-ibu, enggak pada bawa handphone (untuk memindai kode QR). Tapi ada juga yang suka scan barcode, biasanya pengunjung yang masih muda-muda," kata salah satu petugas keamanan di pasar tersebut.

"Kalau di mal, itu diwajibkan (pindai kode batang)," ucap dia menambahkan.

Sekadar diketahui, aplikasi PeduliLindungi merupakan platform rancangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN dan digunakan oleh Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19 di masa pandemi COVID-19. Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah melakukan pelacakan digital guna menghentikan penyebaran virus Corona.

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional disebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk merealisasikan hidup produktif dan aman COVID-19. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan efektivitas aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan di Pasar Baltos masih dalam tahap uji coba.

"Itu kan baru uji coba, nanti kita evaluasi. Tapi itu kan scan barcode-nya sudah ada," kata Elly via sambungan telepon.

Elly mengungkapkan kelemahan menerapkan pindai kode batang PeduliLindungi di pasar tradisional yakni akses masuknya banyak. Pasar tradisional Baltos dipilih untuk dilakukan uji coba karena akses masuknya tidak sebanyak di Pasar Sederhana.

"Akses masuk pasar biasanya banyak. Sedangkan setiap pintu masuk harus dijaga sekuriti supaya pengunjung harus scan barcode, itu masih jadi kelemahan seperti di Pasar Sederhana," tuturnya.

"Baltos ada beberapa pintu masuk, tapi tidak sebanyak seperti di Pasar Sederhana," kata Elly menegaskan.

Simak video '6 Pasar Tradisional yang Akan Diuji Coba PeduliLindungi':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/bbn)