Baru Pasar Baltos yang Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Bandung

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 15:06 WIB
Ratusan pedagang di Pasar Baltos, Kota Bandung, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap 2 termin 1. Para pedagang ikut divaksinasi karena dinilai rentan terpapar COVID-19.
Pedagang di Pasar Baltos divaksinasi beberapa waktu lalu/Foto: Wisma Putra
Bandung -

Pasar tradisional Baltos menjadi satu-satunya pasar di Kota Bandung, Jawa Barat yang terapkan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung yang hendak masuk ke pasar tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, Kota Bandung jadi salah satu kota pilihan yang dipilih Kementerian Perdagangan untuk terapkan aplikasi PeduliLindungi.

"Kementerian Perdagangan ingin lakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi di pasar-pasar tradisional di beberapa kota termasuk di Kota Bandung yang diminta di Kota Bandung yaitu pasar Sederhana dengan Baltos," kata Elly di Balai Kota Bandung, Rabu (29/9/2021).

Disdagin Kota Bandung memilih pasar tradisional Baltos karena seluruh pedagang di pasar tersebut sudah divaksin.

"Dari Disdagin Kota Bandung kalau di Baltos clear, semua pegawai Baltos sudah divaksin dan jalannya tidak terlalu banyak. Baltos merupakan satu-satunya pasar yang gunakan aplikasi PeduliLindungi di Kota Bandungmulai minggu kemarin," ungkapnya.

Elly menyebut, Pasar Sederhana tidak dipilih karena akses masuk banyak dan pedagang belum seluruhnya divaksin.

"Khusus Pasar Sederhana, kami keberatan pertama pedagang yang divaksin baru sedikit dari 700 baru 200 sekian, itu kan gimana mau dipasang aplikasi kalau perdagangannya belum divaksin," sebutnya.

"Kedua, akses masuk Pasar Sederhana lebih dari 15, gimana mau nyimpen scan barcode nya," tambahnya.

Elly menuturkan, percepatan vaksinasi bagi pedagang di Kota Bandung juga terus dilakuan.

"Kemarin alhamdulillah kita juga gelar vaksinasi lagi di Pasar Baltos bantuan dari Disperindag Jabar vaksinnya ada 3.800 dosis baru terpakai 1.000 sekian dan sisanya akan digunakan pedagang pasar lainnya," pungkasnya.

(ern/ern)