Pemkot Cirebon Kejar Target Vaksinasi, Diprediksi Tuntas November

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 19:01 WIB
Sejumlah pedagang di Bandung menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di mal dan toko swalayan di Kota Bandung.
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Cirebon -

Pemkot Cirebon terus mengejar target vaksinasi COVID-19 hingga November mendatang. Saat ini vaksinasi di Kota Cirebon telah mencapai 68 persen dari total yang ditargetkan.

"Dari data yang kami miliki, proses penyuntikan vaksin COVID-19 di Kota Cirebon sudah mencapai 68 persen," kata Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis kepada awak media saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021).

Menurut Azis, 68 persen yang telah menjalani vaksinasi itu, sekitar 10 persennya warga dari daerah lain yang bekerja di Kota Cirebon. "Agar percepatan vaksinasi di Kota Cirebon dengan target 70 persen bisa segera terwujud. Saya memprediksikan bulan November selsai 70 persen," kata Azis.

Dikutip dari laman covid19.cirebonkota.go.id menyebutkan sasaran vaksinasi di Kota Cirebon adalah 262.198 jiwa. Hingga saat ini total masyarakat yang mengikuti vaksinasi mencapai 68,32 persen, atau sebanyak 179.130 jiwa yang telah divaksinasi.

Azis tak menampik pihaknya menemui kendala dalam pelaksanaan vaksinasi. Namun, menurut dia, adanya vaksinasi massal dari TNI-Polri membantu percepatan tercapainya target vaksinasi di Kota Cirebon.

"Persoalan yang dihadapi Kota Cirebon yaitu kekurangan vaksin. Semoga saja, dengan pemberitaan ini cepat menurunkan vaksin dari pusat untuk Kota Cirebon," ucap Azis.

Senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi. "Ketersediaan vaksin di Kota Cirebon saat ini habis. Vaksinasi dosis kedua saja masih ada yang harus ditunda," kata Agus.

Agus mengaku telah mengajukan pengadaan vaksin ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Kami mengajukan kepada kementerian sebanyak 97 ribu vaksin. Kebutuhan vaksin kita itu sekitar 100 ribu dosis," kata Agus.

(bbn/bbn)