2 Pelaku Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Produksi Ditangkap Polisi Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:14 WIB
Sukabumi -

Polisi menangkap dua pelaku pembalakan liar di kawasan Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cimahpar, Kampung Cibodas, Desa/Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.

Kasus pembalakan liar ini diketahui pihak Perhutani selaku pemilik kawasan pada akhir Juni lalu. Setelah itu, mereka berkoordinasi dengan pihak kepolisian hingga akhirnya dua pelaku masing-masing berinisial K alias Gun dan US.

"Pelaku inisial K alias Gun dan US ditangkap pada 7 September kemarin, mereka adalah pelaku ilegal loging atau penebangan kayu di kawasan hutan tanpa izin pada hari Kamis, 24 Juni 2021 di RPH Cimahpar, Kampung Cibodas, Desa/Kecamatan Cidolog," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, Senin (20/9/2021).

Dedy menjelaskan selain kedua pelaku pihaknya juga mengamankan barang bukti gergaji mesin, 13 batang pohon jenis sonokeling dengan rincian 2 batang dengan panjang 1 meter dan diameter 18 sentimeter, 1 batang panjang 0,9 meter diameter 2 sentimeter. Sementara batang pohon lainnya diamankan di Perhutani.

"Modus pelaku K alias Gun ini membeli pohon jenis pohon sonokeling dari pelaku inisial M sebanyak 2 pohon. Namun pada saat di kawasan RPH Cimahpar, Cidolog dilakukan penebangan 3 pohon 4 batang melebihi yang dizinkan hanya 2 pohon," jelas Dedy.

"Pelaku US yang mempunyai lahan berbatasan dengan saudara M dan kawasan Perhutani menunjuk pohon yang dijual oleh saudara M kepada penebang. Sehingga karena kelalaian terjadilah penebangan pohon di kawasan hutan tanpa izin. Memotong lebih dari yang diizinkan," sambung Dedy.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila menambahkan bahwa modus penebangan di area RPH hutan produksi bukan hal yang baru. Menurutnya modus membeli lahan yang berbatasan dengan lahan perhutani menjadi peluang bagi pelaku kejahatan penebangan liar tersebut untuk merambah kawasan hutan milik pemerintah tersebut.

"Dia membeli dari masyarakat cuma lahan itu berbatasan dengan kawasan perhutani sehingga sudah ditunjukan batas dan areanya tetapi karena tidak ada yang yang mengawasi akhirnya mereka mengambil pohon lebih dari batas yang ditentukan sehingga menebang pohon di kawasan perhutani tanpa izin," jelas Rizka.

Rizka berharap kejadian serupa tidak terulang, ancaman UU No 18 tahun 2013 tentang kehutanan mengintai siapa saja yang melakukan tindakan serupa.

"Ini merupakan Pembelajaran karena bukan kejadian yang pertama, jadi sengaja orang2 membeli lahan di area berbatasan dengan lahan perhutani, beli dua dipotong lebih dari satu," ujarnya.

(sya/mso)