Kena! 2 Mobil Pakai Nomor Palsu Saat Ganjil Genap di Puncak Bogor

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 17:51 WIB
Polisi Tilang Mobil Nomor Palsu di Puncak Bogor
Polisi menilang mobil menggunakan nomor palsu saat ganjil genap di kawasan Puncak Bogor. (Foto: istimewa)
Bogor -

Satlantas Polres Bogor memeriksa 1.086 kendaraan yang mengarah ke Puncak, Bogor. Sebanyak 758 kendaraan diputar balik karena melanggar aturan ganjil genap. Dua di antaranya ditilang karena menggunakan nomor palsu.

"Sejak tadi pagi kita laksanakan pemeriksaan terhadap 1.086 kendaraan yang mengarah ke Puncak dan 758 di antaranya kami putar balik karena tidak sesuai tanggal hari ini nomor polisinya," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Pranata ditemui di Simpang Gadog, Sabtu (11/9/2021).

Selain itu, kata Dicky, pihaknya menilang beberapa kendaraan karena menggunakan nomor polisi palsu demi menghindari penyekatan ganjil genap di Simpang Gadog menuju Puncak. Mobil bernomor palsu B-129-JE diamankan petugas selepas GT Ciawi. Mobil itu hendak melaju ke arah Sukabumi.

Polisi memeriksa STNK mobil tersebut. Ternyata mobil yang dikemudikan pria itu menggunakan nomor palsu. Sang sopir mobil tersebut ditilang polisi

Satu mobil lainnya bernomor palsu D-1984-YBP terjaring petugas saat akan melintas di pos penyekatan ganjil genap di Simpang Gadog. "Kita juga menemukan beberapa kendaraan yang mencoba melakukan modus-modus tertentu untuk mengelabui petugas, di antaranya menggunakan pelat nomor palsu. Kami tindak dan tilang," kata Dicky.

Selain itu, polisi menilang ambulans yang melawan arus di Simpang Gadog. Sambil membunyikan sirene, mobil itu melaju di lajur kanan menuju Puncak Bogor. Setelah diperiksa, ambulans tersebut ternyata tidak membawa pasien dan surat kendaraannya tidak sesuai peruntukannya. Polisi menilang dan meminta pengemudi ambulans putar arah.

Atas perbuatannya, polisi memberikan sanksi tilang sesuai UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 280 dan Pasal 287. Dalam pasal itu disebutkan, bagi yang kendaraannya tidak dilengkapi pelat nomor akan dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Guna mengantisipasi hal tersebut terulang, Dicky memperketat pemeriksaan di delapan titik check point. Dalam hal ini, petugas akan memeriksa kelengkapan surat kendaraan. Polisi meminta masyarakat tidak memaksakan diri untuk menerobos ganjil genap dengan cara apapun.

(bbn/bbn)