Jadi Korban Kapal Terbakar di Maluku, Yusuf Melaut Demi Bangun Rumah Ortu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 13:20 WIB
Potret salah satu korban kapal terbakar di Maluku Tenggara
Potret salah satu korban kapal terbakar di Maluku Tenggara (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Isep Supriadi, menatap bangunan rumahnya yang berlubang. Dinding bilik rumahnya itu jebol mengelupas, begitupun dengan atap yang sudah bolong-bolong. Isep adalah ayah dari Yusuf Suprianto (23) salah seorang korban KM Hentri GT 195 yang terbakar di perairan Maluku Jumat (3/9).

Nama Yusuf tercatat di Kantor Basarnas Ambon sebagai korban yang belum ditemukan, harapan Isep putra sulungnya itu bisa kembali dengan kondisi selamat. Isep menceritakan keinginan kuat putranya itu untuk memperbaiki rumah orang tuanya. Meski tanpa pengalaman, Isep menyebut Yusuf nekat melaut demi mimpinya itu.

"Dia sebetulnya sudah nekat dari rumah ingin membahagiakan orang tua, begitu cerita dia sebelum berangkat melaut. Mimpinya makanya nekat itu dia ingin memperbaiki rumah orang tua, rumah yang kami tinggali di sini," kata Isep kepada detikcom di kediamannya, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/9/2021).

Isep menceritakan KM Hentri adalah kapal pencari cumi, meski tidak ada pengalaman melaut putranya itu tergiur dengan penghasilan tetangganya yang besar karena ikut melaut.

"Baru berangkat (melaut) kali ini. Kebanyakan dari Cibadak, dia sering mendengar cerita yang melaut itu penghasilannya banyak. Mungkin karena itu dia nekat berangkat," lirih Isep.

Isep mengaku belum menerima perkembangan apapun dari perusahaan kapal tempat putranya itu bekerja. Dia hanya berharap anaknya itu selamat dan pulang ke rumah.

"Ya bagaimana saya memang sedih, pengennya selamat dia, belum ada kabar dari perusahaan. Saya sendiri dapat kabar baru tanggal 7 September kemarin, sementara kejadian kapal terbakar tanggal 3 September. Kalau misalkan dia enggak ada minimal bisa ketemu jasadnya," pungkas Isep.

Diberitakan, Kapal motor KM Hentri terbakar di perairan Maluku Tenggara pada Jumat (3/9) lalu. Hingga saat ini dikabarkan ada 18 warga asal Sukabumi dan Cianjur yang bekerja sebagai nelayan turut hilang dan belum diketahui nasibnya.

informasi yang telah dikonfirmasi detikcom, 18 warga asal Sukabumi-Cianjur itu bukanlah nelayan yang mencari ikan di perairan lokal. Mereka diketahui melaut di Muara Angke untuk kemudian berangkat ke perairan Maluku Tenggara.

Berikut data korban yang dihimpun detikcom sejauh ini bersumber dari Kantor Basarnas Ambon :

Warga Sukabumi

1. Ardian Rahman (Selamat)
2. Angga Pramudya (Selamat)
3. Asep Suryana (Selamat)
4. Adam Fauzan (Hilang)
5. Maman (Hilang)
6. Suhendar (Hilang)
7. Indra (Hilang)
8. Adam (Hilang)
9. Suparman (Hilang)
10. Yusuf (Hilang)
11. Andri (Hilang)
12. Salim (Hilang)
13. Damar (Hilang)
14. Didin (Hilang)
15. Heru (Hilang)
16. Arifin (Hilang)
17. Ade Setiawan (Hilang)

Jakarta

1. Resa Rendy (Hilang)
2. Imron (Hilang)
3. Wawan (Hilang)
4. Angga (Hilang)
5. Agus (Hilang)
6. Saputra (Hilang)
7. Putra (Hilang)
8. Akmal (Hilang)

Palembang

1. Hengki (Selamat)

Ambon

1. Lasari (Selamat)

Cianjur

1. Anggi (Hilang)

Jatim

1. Bayu (Hilang)

Belum diketahui asal daerahnya

1. Cikun (Hilang)
2. Tomi (Hilang)
3. Belum diketahui identitas (Hilang)

(sya/mud)