Aksi Demo Pasar Pelita Mahasiswa Sukabumi Berujung Pembubaran Paksa oleh Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:49 WIB
demo mahasiswa di sukabumi soal pasar pelita
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Balai Kota Sukabumi, Rabu (25/8/2021) siang. Namun aksi itu berujung pembubaran paksa oleh petugas kepolisian.

Informasi diperoleh detikcom, puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pasar Pelita. Mereka berasal dari tiga organisasi berbeda, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi, dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi).

Mahasiswa bergantian melakukan orasi, mempersoalkan kejelasan pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi yang mangkrak bertahun-tahun. Polisi yang berjaga di sekitar lokasi kemudian bergerak melakukan pembubaran karena saat ini Kota Sukabumi bertatus PPKM Level 4.

Ketua GMNI Sukabumi, Anggi Fauzi mewakili massa aksi menyebut aksi mahasiswa kali ini menuntut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi segera menuntaskan pembangunan Pasar Pelita. Anggi mengatakan saat ini sudah memasuki adendum keempat pembangunan Pasar Pelita belum kunjung selesai.

"Kami tadi mempertanyakan apa yang sudah dilontarkan oleh Wali Kota soal adendum. Namun sampai hari ini tidak kunjug selesai. Kawan-kawan juga mendesak jika masih belum selesai sampai akhir tahun 2021, maka Wali Kota lebih baik mundur," kata Anggi.

Anggi menyayangkan pembubaran paksa yang dilakukan pihak kepolisian. Ia mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, seperti menjaga jarak, memakai masker dan membawa handsanitizer.

"Kami menyampaikan aksi juga secara bergantian. Kami sudah sangat mengetatkan protokol kesehatan. Makanya kami amat sangat kecewa ketika aksi dibubarkan. Kami ingin menyampaikan keresahan masyarakat. Kesalahannya ada di depan mata dan publik sudah mengetahui itu semua. Insyaallah kami akan tetap konsisten dalam gerakan ini bersama kawan-kawan mahasiswa yang lainnya," beber Anggi.

Sementara itu, saat melakukan pembubaran Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Wisnu Perdana sempat memberikan peringatan sebanyak tiga kali melalui pengeras suara. Wisnu juga langsung menemui massa aksi dan menyampaikan bahwa jika mahasiswa masih berunjuk rasa setelah diberi peringatan tiga kali, maka polisi akan membubarkan paksa.

"Kami mendapat informasi bahwa akan ada aksi dari teman-teman mahasiswa. Maka kami langsung mengerahkan pengamanan. Adapun alasan kami melakukan pembubaran karena teman-teman mahasiswa belum memahami bahwa Kota Sukabumi saat ini masih PPKM," jelas Wisnu.

Ia menyebut bahwa upaya pencegahan penyebaran penyakit adalah prioritas utama. Sehingga aksi mahasiswa yang berpotensi mengundang kerumunan. Wisnu mengaku sudah menawarkan opsi agar mahasiswa menempuh jalur audiensi tanpa harus mengundang kerumunan.

"Kami berinisiatif membubarkan aksi mahasiswa sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19. Kemudian aksi mahasiswa kali ini juga belum mendapatkan izin. Maka, dengan berat hati aksi penyampaian pendapat di muka umum ini kami bubarkan. Kami juga berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah mengerti dan membubarkan diri dengan tertib," pungkas Wisnu.

(sya/ern)