Pembangunan Pasar Pelita Mangkrak, DPRD Sukabumi: Hampir 100%

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 19:33 WIB
Pasar Pelita Sukabumi
Foto: Pasar Pelita Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Ivan Rusvansyah Trisya buka suara soal mangkraknya pembangunan Pasar Pelita yang memicu kritikan tajam dari mahasiswa. Ivan mengaku tetap optimistis pembangunan pasar tersebut akan selesai karena posisinya sebagai salah satu tumpuan perputaran roda ekonomi di Kota Sukabumi.

Ivan melihat kondisi pembangunan pasar pelita yang sudah hampir selesai saat ini, jauh lebih baik bila dibandingkan kondisinya pada tahun 2019 lalu.

"Memang Pasar Pelita ini mangkraknya sudah lama, kalau saya pribadi tugas yang sangat berat ya, ketika mulai dilantik menjadi ketua Komisi II semuanya. Tapi Insya Allah dengan jabatan yang diberikan ya risiko yang harus saya tempuh ya, kemudian kedua Pasar Pelita dari tahun 2019 kondisinya masih belum layak sekarang Alhamdulillah sudah terbentuk bangunan-bangunan yang hampir 100 persen meskipun belum 100 persen," kata Ivan kepada detikcom, Kamis (5/8/2021).

Ketua Komisi yang membidangi pembangunan ekonomi dan keuangan ini juga berharap pasar tersebut selesai karena perputaran PAD Kota Sukabumi memang bertumpu pada Pasar Pelita. Keberadaan pasar tersebut dinilai Ivan akan menguntungkan Pemkot Sukabumi. Ivan juga menyadari saat ini banyak desakan soal pembangunan pasar tersebut.

"Apalagi sekarang dengan pembangunan Pasar Pelita hampir 100 persen meskipun belum dan memang desakan dari mahasiswa soal perjanjian kerjasama bahwa ada SP 1, 2, 3. Itu saja mungkin. Kalau masalah mahasiswa memberikan pandangan mangga, silahkan setiap orang beda-beda mempunyai pandangan seperti apa kepada Pemda," ujarnya.

Ia menegaskan posisi selaku wakil rakyat tetap sinergis dengan pihak eksekutif tanpa mengindahkan mahasiswa, masyarakat dan para pedagang.

"Nah memang yang disampaikan oleh HIMASI soal 'Raja Janji' keterkaitan dengan surat peringatan, saya mendengar seperti itu SP 1, 2, 3 dan selesailah SP 3 sampai tanggal 30 Juli kemarin tapi memang kita tidak mengindahkan bahwa lonjakan COVID di Kota Sukabumi tinggi, kita masuk level 4 zona merah, jadi kalau logikanya kita bukan tidak memikirkan Pasar Pelita, tapi nyawa manusia dulu yang kita pikirkan," jelas Ivan.

"Saya kedatangan mahasiswa dan saya akan segera membahas dengan pemerintah daerah karena memang bukan mohon dimaklumi ya kita dilematis, ini gimana ini gimana apalagi kita level 4 ini ya aturan ketat. Tapi dengan tidak mengindahkan rasa ini ya, nyawa manusia penting tapi perekonomian juga tidak kalah penting makanya kemarin kita mengurusi masalah isoman, obat, sembakonya dengan tidak mengindahkan Pasar Pelita," sambung dia.

Ivan memastikan pihaknya selalu optimis soal pembangunan Pasar Pelita. "Kita selalu optimis saya tiap minggu menanyakan progresnya. Pembangunan (Pasar Pelita) selesai kalau ada uang, kalau ada pembangunan enggak ada uang 100 tahun pun enggak akan selesai," pungkasnya.

Sebelumnya soal pembangunan Pasar Pelita mendapat kritikan tajam dari Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (Himasi). Mereka memberi gelar 'Raja Janji Pasar Pelita' kepada Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Gelar itu diberikan sebagai kritik kepada orang nomor satu di Sukabumi karena pembangunan Pasar Pelita yang tak kunjung selesai.

(sya/mso)