Jabar Surplus Ketersediaan Oksigen

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 21:38 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut kondisi COVID-19 di Jabar menurun. Bahkan dilihat dari ketersediaan oksigen, dia menyebut saat ini Jabar mengalami surplus.

"Alhamdulillah hari ini kita surplus oksigennya," ucap Kang Emil --sapaan Ridwan-- saat konferensi pers virtual, Jumat (20/8/2021).

Menurut Emil, situasi di Jabar khususnya kebutuhan oksigen saat ini berbeda dari beberapa bulan sebelumnya yang mengalami lonjakan, bahkan sempat krisis. "Kalau dulu kita defisit sampai cari kemana-mana, per hari ini oksigen kita itu surplus di 174 ton per hari," kata dia.

Ia menjelaskan banyaknya stok oksigen di Jabar dikarenakan kasus COVID-19 di Jabar menurun. Hal tersebut terlihat dari jumlah kasus dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) yang kini berada di angka terendah 26,60 persen.

"Jadi karena surplus, ya silakan sampaikan kalau memang ternyata (tempat lain) masih darurat, dengan senang hati kabarkan berita ke kami, kami senang hari membantu. Ini semata-mata urusan kemanusiaan," tutur Emil.

Terkendalinya oksigen ini membuat Pemprov Jabar menggalakkan program Oksigen untuk Masyarakat (Omat). Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang masih menjalani isolasi atau menjalani perawatan COVID-19 membutuhkan oksigen.

"Kita atur. Mereka yang butuh bisa dikirim cepat. Mereka yang sembuh masih pegang tabung oksigen itu bisa dipinjamkan melalui Pemprov Jabar atau bisa dalam tanda kutip diiklankan. Sehingga masyarakat bantu masyarakat, pengiriman kita fasilitasi," kata Emil.

Ketua Harian Posko Oksigen Jabar Hanif Mantiq menuturkan kondisi surplus oksigen ini juga terasa di sejumlah filling station oksigen di Jabar. Dari kelima filling station yang ada di Jabar, saat ini kondisi di filling station tak sibuk seperti saat adanya lonjakan kasus COVID-19, beberapa waktu lalu.

"Kami alami di dua stasiun sangat rendah (permintaan), di Cikarang dan Sukabumi. Kami fokuskan di tiga (filling station) Bandung, Tasikmalaya dan Cirebon. Ada beberapa posko kota kabupaten yang sudah menyatakan mungkin tidak mengirimkan tabung oksigen dari RS karena terpenuhi," tuturnya.

Begitu juga kondisi gudang oksigen di Kopo Bandung. Hanif mengatakan bila biasanya mengedarkan 3.000 tabung, kini sudah menurun.

"Saat ini tabung terisi di posko, 400. Begitu tabung kosong, datang langsung tukarkan. Itu indikator jauh menurun," ucap Hanif.

(dir/bbn)