2.524 Pelanggar Disanksi-Didenda Selama PPKM di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 13:55 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cianjur -

Sebanyak 2.524 pelanggar ditindak Satpol PP Kabupaten Cianjur selama PPKM Darurat dan Level 3. Tercatat 203 pelanggar disanksi berupa denda, sedangkan sisanya hanya diberi teguran.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur Hendri Prasetyadi menjelaskan 203 pelanggar yang diberi sanksi denda merupakan pelanggar saat penerapan PPKM darurat. Para pelanggar PPKM Darurat itu terdiri pengelola pabrik, pedagang, hingga masyarakat yang melakukan pelanggaran prokes.

"Tidak hanya pedagang, kota juga tindakan pabrik yang melanggar aturan dan proses, bahkan kita juga menindak ASN yang menggelar resepsi pernikahan anaknya," kata Hendri, Jumat (6/8/2021).

Menurut dia, denda yang ditetapkan jumlah bervariatif mulai Rp 50 ribu hingga paling besar Rp 10 juta. "Bervariatif, seperti pedagang kecil itu ada yang Rp 50 ribu ada juga Rp 100 ribu. Tapi untuk perusahaan besar seperti pabrik itu bisa sampai Rp 10 juta. Total denda yang terkumpul sebesar Rp 94.005.000," ucapnya.

Sementara itu, menurut Hendri, selama PPKM Level 3 ini terdata 2.321 pelanggar yang diganjar sanksi. Mereka mendapat teguran dan sanksi sosial.

Dia menjelaskan, pemerintah meniadakan sanksi denda berupa uang sepanjang PPKM Level 3. Pihaknya memberikan sanksi teguran secara lisan, tertulis dan sanksi sosial.

"Tidak ada denda untuk PPKM Level 3, melainkan teguran lisan, tertulis dan sanksi sosial. Tercatat ada sebanyak 2.321 pelanggar selama PPKM Level 3 kemarin. Belum termasuk yang perpanjangan sejak 2-9 Agustus ini," kata dia.

Dia mengimbau masyarakat tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dari pemerintah, terutama terkait prokes. "Patuhi prokes, agar pandemi ini bisa segera berlalu. Sehingga semua aktivitas kembali normal," ucap Hendri.

(bbn/bbn)