Ini Beragam Aksi Protes Pengurus AKAR Sebelum Percobaan Bunuh Diri

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 17:25 WIB
Seorang pria diduga mencoba bunuh diri di depan Balai Kota Bandung
Lokasi percobaan bunuh diri Ketua Harian AKAR Jabar (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar berinisial GB melakukan percobaan bunuh diri di Jalan Wastukencana Kota Bandung tepatnya depan Gerbang Barat Balai Kota Bandung, Rabu (4/8/2021) siang.

GB ditemukan terkapar di tengah jalan dengan luka di leher dan perut akibat sayatan senjata tajam. Selain itu, GB juga membawa bendera putih bergambar Logo AKAR Kota Bandung.

Aksi percobaan bunuh diri ini dilakukan GB, diduga akibat kecewa dengan peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang.

Bahkan, rekaman suara GB yang kecewa dengan perpanjangan PPKM Level 4, sebelum melakukan aksi percobaan bunuh diri tersebar di Whatsapp Group (WAG) di kalangan jurnalis Kota Bandung.

Sebelum aksi nekat GB, AKAR melakukan sejumlah protes. Berikut rinciannya:

Rabu, 28 Juli AKAR Siap Kibarkan Bendera Putih

AKAR Kota Bandung merencanakan aksi pemasangan bendera putih di setiap kafe dan resto di Kota Bandung, Kamis, 29 Juli. Para pengusaha sudah tidak berdaya menghadapi aturan yang diterapkan selama PPKM Level 4.

"Pandemi COVID-19 yang berlangsung hingga 17 bulan ini benar-benar telah meluluhlantahkan sektor usaha Kafe dan Restoran. Berbagai upaya telah dilakukan untuk bisa bertahan namun apadaya satu persatu bahkan sudah puluhan usaha kafe dan restoran di Jawa Barat sudah tutup dengan kerugian yang begitu besar-besar," kata Ketua Harian AKAR Jabar dalam keterangan resminya yang diterima detikcom.

Ia mengungkapkan, keterpurukan kafe dan restoran ini menyusul aturan dalam Perwal PPKM darurat yang mana kafe dan restoran masih belum diperbolehkan buka dan hanya melayani take away. Sedangkan dalam Perwal, pedagang kaki lima atau warteg masih boleh meski ada pembatasan waktu selama 20 menit.

"Perwal PPKM tidak berpihak kepada kita, karena secara aturan kafe dan restoran itu sudah melakukan yang dianjurkan oleh pemerintah, mulai dari protokol kesehatan yang sangat ketat seperti dibuatkannya tempat cuci tangan, penyediaan handsanitizer, pengecekan suhu tubuh kepada pelanggan dengan sangat baik hingga jarak dan kapasitas yang dibatasi," ujarnya.

Simak juga 'Pasar Baru Bandung Kembali Dibuka, Tapi Masih Sepi Pengunjung':

[Gambas:Video 20detik]