Pangandaran Butuh Rp 34 Miliar untuk Penanggulangan COVID-19

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:51 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Pangandaran -

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Kabupaten Pangandaran membuat kondisi keuangan daerah terganggu. Kebutuhan pembiayaan penanggulangan penyakit yang sudah menjadi pandemi global ini menguras APBD. Pemkab Pangandaran harus melakukan pengalihan atau refocusing dari pos anggaran lain.

"Butuh anggaran sekitar Rp 34 miliar, kami lakukan refocusing anggaran untuk memenuhi kebutuhan anggaran penanggulangan COVID-19," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Pangandaran Hendar Suhendar, Rabu (28/7/2021).

Hendar mengatakan kebutuhan anggaran sebanyak itu mencakup semua kebutuhan penanganan COVID-19. Mulai dari perawatan pasien, pemberian bantuan sosial sampai pembelian oksigen.

Dia mengatakan porsi anggaran terbesar dihabiskan untuk penanganan pasien COVID-19 di rumah sakit disamping bantuan sosial. "Kemarin juga baru mencairkan anggaran untuk pembelian oksigen, sekitar Rp 700 juta," ujar Hendar.

Besarnya kebutuhan biaya penanggulangan COVID-19 yang berimbas refocusing anggaran diakui Hendar membuat pihaknya memutar otak untuk mengatur anggaran. "Ya pasti ada konsekuensi terhadap pos anggaran yang dipangkas," ucapnya.

Lantaran dana di kas daerah juga terbatas, sehingga terpaksa dilakukan penangguhan pencairan bagi beberapa pos anggaran. Misalnya pencairan anggaran dana desa (ADD) yang sampai saat ini baru tahap pertama, padahal sudah memasuki semester 2 tahun 2021.

"Rekan-rekan di desa banyak yang protes, sehingga kami harus menjelaskan dulu kondisinya agar mereka bisa mengerti," kata Hendar.