Kangen Piknik? Yuk Jelajah Virtual Pantai Timur Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:40 WIB
Pangandaran -

PPKM yang diberlakukan pemerintah telah membuat mobilitas masyarakat menjadi terhambat. Kebutuhan liburan atau refreshing ke pantai sulit terpenuhi, karena selain objek wisata ditutup juga kita diadang oleh risiko penularan COVID-19 yang kian melonjak.

Masyarakat yang tinggal di perkotaan kini sulit piknik untuk mendapatkan "vitamin sea" yang ampuh untuk melepas penat. Di sisi lain kebijakan pemerintah menutup objek wisata Pangandaran akibat dampak pandemi COVID-19, telah membuat suasana pantai unggulan wisata Jawa Barat ini berubah total.

Pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan kini lengang. Roda perekonomian yang biasanya berputar kencang, kini berhenti.

Pengusaha hotel berbintang hingga ke pedagang asongan kini terdampak. Sudah sebulan tak ada pendapatan.

Penutupan pantai Pangandaran sendiri lebih awal dari pemberlakuan PPM Darurat. Jika PPKM Darurat dimulai pada 3 Juli 2021, penutupan pantai Pangandaran sudah dilakukan sejak 29 Juni 2021.

Karena pada saat itu penyebaran COVID-19 di Pangandaran melonjak tajam, sehingga Pemkab Pangandaran terpaksa menutup seluruh tempat wisata meski pemerintah pusat belum melakukan PPKM Darurat.

Pantauan pada Rabu (28/7/2021) pagi, suasana pantai timur Pangandaran sepi. Cuaca mendung menghalangi keindahan matahari terbit yang biasanya berlangsung dramatis. Pertokoan dan restoran yang berderet di pantai timur terlihat tutup.

Langit kelabu, sementara laut terlihat tenang meski di tepian ombak tak henti berkejaran. Suara debur ombak terdengar lebih dominan karena aktivitas manusia di sekitar pantai nyaris tidak ada.

Beberapa warga yang ditemui semua mengutarakan harapan yang sama. Mereka ingin pandemi Corona segera berlalu dan objek wisata Pangandaran kembali normal seperti biasanya.