Aksi Babacakan Pejabat Dinas Pandeglang Berujung Permintaan Maaf

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:09 WIB
Heboh pejabat dinas di Pandeglang babacakan abai prokes
Foto: Hebob pejabat DLH Pandeglang babacakan di kantor (Tangkapan layar Instagram).
Pandeglang -

Kelakuan sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang yang tertangkap kamera tengah asyik menggelar acara 'babacakan' atau makan bersama di kantor akhirnya meminta maaf. Permohonan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala DLH Pandeglang Tati Suwagiharti.

"Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pandeglang. Ini jadi pelajaran buat saya terutama buat teman-teman di kantor," kata Tati saat dikonfirmasi detikcom di Pandeglang, Banten, Rabu (28/7/2021).

Tati mengaku sudah memberikan teguran terhadap anak buahnya yang sudah lalai tersebut. Pasalnya, Kabupaten Pandeglang saat ini masih memberlakukan penerapan PPKM level 3 dan tengah gencar melaksanakan PPKM mikro hingga ke tingkat RT melalui gerakan portal jaga kampung.

"Sudah diberi pembinaan. Intinya terkait peristiwa ini, kami mohon masyarakat bisa memaklumi dan dimaafkan," ungkapnya.

"Sebetulnya saya sering juga mengingatkan kepada pegawai saya setiap hari, surat edaran bupati juga sudah dishare. Salah satu upayanya yaitu kita melaksanakan prokes sebaik mungkin, jadi prokes kalau di kantor tetap kita laksanakan seketat mungkin," ucapnya menambahkan.

Sementara itu, PDIP Pandeglang memberikan kritis keras terhadap kelakuan sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup yang tertangkap kamera sedang asyik menggelar acara 'babacakan' atau makan bersama di kantor. Mereka tak ingin usaha pemda dalam menekan sebaran COVID-19 malah sia-sia.

"Ini kan jadi contoh yang kurang baik bagi masyarakat kita. Jangan sampai nantinya usaha pemda ini malah sia-sia dalam menekan Pandemi COVID-19," kata Ketua PDIP Pandeglang Yadi Murodi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (28/7/2021).

Menurut Yadi, para pejabat dinas seharusnya bisa menjadi tauladan bagi masyarakatnya di masa pandemi sekarang. Pasalnya, ia menyebut warga Pandeglang saat ini sudah mulai mau disiplin dalam menerapkan prokes di keseharian mereka.

"Ditambah animo masyarakat di Pandeglang untuk ikut vaksin sekarang itu lagi tinggi, ini kan menunjukan masyarakat kita pingin pandemi ini cepet berakhir. Jangan sampai malah diberi contoh kurang baik, ditahan dulu lah euforianya kalau mau apapun. Harus bisa saling menghargai dan punya kepekaan," ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, Yadi mendesak Bupati Pandeglang Irna Narulita agar memberikan sanksi bagi para pejabat yang asyik babacakan di kantor Dinas LH tersebut. Sanksi diperlukan supaya bisa menjadi contoh dan tidak diikuti oleh para perangkat kerja di dinas yang lain.

"Sanksinya bukan untuk ajang penghakiman, tapi biar menjadi contoh OPD (organisasi perangkat daerah) yang lain. Kita ini lagi berjuangan menghadapi pandemi, jangan sampai para pejabatnya malah memberi contoh yang buruk buat masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pejabat dinas di lingkungan Pemkab Pandeglang tertangkap kamera sedang asyik menggelar acara 'babacakan' atau makan bersama. Aksi mereka pun menuai sorotan lantaran daerah itu masih memberlakukan penerapan PPKM level 3.

Informasi yang didapat, acara babacakan tersebut digelar di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang pada Selasa (27/7/2021) kemarin. Sorotan tajam publik berdatangan setelah aksi mereka malah menimbulkan kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Bahkan, dokumentasi berupa foto dan video acara babacakan ini turut dibagikan di akun instagram resmi milik DLH Pandeglang. Meski akhirnya postingan itu dihapus dan bertahan kurang dari dua jam, namun aksi mereka tetap saja menuai kritik di saat pemda sedang gencar memberlakukan PPKM mikro hingga ke tingkat RT melalui gerakan portal jaga kampung.

detikcom mendapat tangkapan layar dan video aksi babacakan para pejabat DLH Pandeglang. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat puluhan pegawai berkumpul lengkap dengan hidangan makanan yang disajikan. Sayangnya, mereka banyak yang tak menggunakan masker dan menimbulkan kerumunan meski sedang berada di lingkungan kantor dinas.

Belakangan, diketahui acara babacakan itu untuk merayakan rekan sekantor mereka yang sudah pensiun. Hal itu terlihat dalam narasi postingan yang diunggah langsung oleh akun resmi milik DLH Pandeglang.

"Selamat & terima kasih untuk ibu Maesaroh yang telah mencapai masa purna tugas," demikian dikutip dari postingan akun IG DLH Pandeglang yang sudah dihapus itu.

Simak juga 'KLHK: Pada 27 Juli, Limbah Medis DKI Terkait Covid-19 Capai 10,9 Ribu Ton':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)