Dinkes Bandung Barat Akui Kesulitan Kejar Target Testing Harian-Vaksinasi

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 16:32 WIB
Senior woman wearing protective face mask getting flu shot, female doctor in protective workwear holding syringe and injecting vaccine in patients arm; prevention and immunization from corona virus infection
ilustrasi Vaksinasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/zoranm)
Bandung Barat -

Pemkab Bandung Barat kesulitan memenuhi target testing harian dan vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan Pemprov Jabar. Sejumlah kendala menjadi alasannya.

Berdasarkan arahan Pemprov Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat ditargetkan untuk melakukan tes COVID-19 sebanyak 3.622 tes perhari. Sementara untuk vaksinasi COVID-19, Pemda KBB dituntut bisa memvaksinasi sebanyak 11 ribu target dalam sehari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat Nurul Rasyihan mengatakan ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab sulitnya target testing harian dan vaksinasi itu tercapai, di antaranya tenaga kesehatan yang tumbang terpapar COVID-19.

"Nakes di kita itu banyak yang tumbang. Di satu sisi vaksinasi harus digenjot, di sisi lain swab antigen juga. Beban kerja nakes di lapangan sangat terforsir. Jadi banyak yang akhirnya terpapar (COVID-19) karena imun turun," ungkap Nurul saat dihubungi detikcom, Rabu (28/7/2021).

Permasalahan lainnya yakni penolakan dari masyarakat terhadap test COVID-19. Saat ini masyarakat lebih memilih untuk divaksinasi COVID-19 ketimbang menjalani test antigen ataupun PCR.

"Itu (penolakan) juga jadi hambatan kita. Ada juga orang yang positif jarang melapor. Jadi kadang kita dapat laporan yang positif itu dari desa. Kemudian baru dikroscek dan ditangani. Sekarang kan banyak juga swasta yang mengadakan swab antigen. Setelah keluar hasil banyak yang tidak melaporkan," tutur Nurul.

Kendati demikian pihaknya tetap berupaya mengejar target testing harian yang sudah dicanangkan tersebut dengan menerapkan strategi yang bisa mengefektifkan SDM yang ada.

"Target tes harian 3622 itu kan se-KBB. Sekarang kita sudah buat strateginya, kita bagi rata dulu per puskesmas jadi jatahnya sekitar 100-150 orang setiap puskesmas, karena di kita ada 32 puskesmas. Mudah-mudahan bisa terkejar," jelas Nurul.

Sementara untuk vaksinasi, kendala utama yang dihadapinya yakni ketersediaan dosis vaksin yang terbatas. Untuk memenuhi target 11 ribu vaksinasi sehari, pihaknya mengerahkan 32 puskesmas untuk melakukan vaksinasi. Artinya setiap puskesmas wajib melakukan vaksinasi terhadap 400 orang dalam sehari.

"Dosis vaksin juga jadi kendala. Karena jatahnya kan diatur pusat lalu ke provinsi baru ke daerah sebagai pelaksana. Terkadang yang kita ajukan tidak sesuai dengan yang diberikan," jelas Nurul.

(mud/mud)