Nelayan Lobster Pangandaran Hadapi Masa Paceklik

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 15:57 WIB
Pantai Timur Pangandaran
Pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom)
Pangandaran -

Aktivitas usaha nelayan memang tidak terdampak langsung oleh kebijakan PPKM pandemi COVID-19. Pembatasan aktivitas dan mobilitas tidak berlaku di lautan.

Namun masa PPKM ternyata berbarengan dengan datangnya musim paceklik, terutama bagi nelayan lobster di Pangandaran. "Sama saja sedang masa sulit, sudah berminggu-minggu tak dapat lobster," kata Aded Wahyudin, nelayan di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, Senin (26/7/2021).

Menurut Aded, kondisi cuaca yang tak menentu menjadi penyebab sulitnya menangkap lobster. "Sedang perubahan cuaca, jadi lobster tak keluar sarang," ucapnya.

Untuk mengisi waktu luang, Aded memilih menangkap ikan dengan jaring di tepi laut. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

"Paling hanya menjaring ikan di pinggir, sekedar untuk lauk di rumah. Selain itu waktu luang dimanfaatkan untuk memperbaiki jaring yang rusak," katanya.

Dia mengatakan jaring perangkap lobster harganya cukup mahal, bisa mencapai Rp 2 juta. Sehingga jika ada kerusakan dia berusaha memperbaiki sendiri.

"Selain rusak, banyak juga yang hilang. Entah itu hilang terbawa ombak atau hilang dicuri," ujar Aded.

Aded menjelaskan metode penangkapan lobster dilakukan dengan memasang jaring perangkap di batuan karang. Untuk memasangnya, dia harus menyelam. Menangkap lobster tak perlu memakai umpan, cukup pasang jaring perangkap di titik yang diperkirakan sarang lobster.

"Jaring dipasang di karang, di lubang atau di lekukan karang. Ya harus nyelam, saya tak pakai perahu, jadi cukup pakai pelampung bekas ban truk," ucap Aded.

Setelah jaring dipasang, lalu ditinggalkan beberapa jam. Jika dipasang malam, selepas subuh baru diambil lagi. Jika memasang pagi, diambil petang. Agar posisinya tak lupa, jaring dipasang pelampung kecil.

"Ditinggal sekitar 6 atau 8 jam, setelah itu dilihat lagi sudah ada yang terperangkap atau belum. Nah sekarang mah sering zonk," tutur Aded.

Solihin, pengepul hasil laut di tempat pelelangan ikan (TPI) Legokjawa Pangandaran, mengatakan saat ini harga lobster relatif stabil. Harga lobster ukuran sedang kecil Rp 150 ribu per kilogram, lobster kecil hanya RP 100 ribu per kilogram.

Selanjutnya lobster ukuran sedang mencapai Rp 350 ribu per kilogram, sedangkan lobster besar mencapai Rp 400 ribu per kilogram. "Kalau harga stabil, tapi sudah lebih satu bulan para nelayan lobster jarang ada yang menjual," katanya.

Dia mengatakan lobster termasuk hasil laut yang musiman. "Sekarang belum musim, jadi susah dapatnya," ujar Solihin.

(bbn/bbn)