Round-Up

Stok Oksigen Kosong Berujung 14 Pasien Meninggal di RSU Holistik

Dian Firmansyah - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 10:34 WIB
Purwakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Purwakarta menyebabkan kebutuhan oksigen di rumah sakit semakin tinggi. Sejumlah rumah sakit bahkan mengalami kesulitan untuk mendapat pasokan oksigen imbas meningkatnya jumlah pasien Corona yang harus dirawat.

Salah satunya seperti yang terjadi di RSU Holistik, Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta. Dalam satu bulan terakhir rumah sakit tersebut telah mengalami tiga kali kekosongan stok oksigen. Kondisi itu cukup berdampak terhadap perawatan pasien. Bahkan hingga saat ini tercatat ada 14 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut meninggal imbas tidak adanya oksigen.

"Dampak dari kehabisan oksigen kemarin ada tiga orang yang tidak tertolong (meninggal dunia) sebelumnya maaf saya lupa tanggalnya, yang pertama enam orang yang kedua lima orang akibat kehabisan oksigen," ujar Direktur RSU Holistik Fanni Fathihah, MARS saat ditemui di ruangannya, Rabu (21/07/2021).

Diketahui kebutuhan oksigen di rumah sakit ini mencapai 200 tabung per hari, sedangkan saat ini pasokan oksigen tidak menentu. Sementara sekitar 50 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit ini membutuhkan oksigen.

Habisnya stok oksigen memaksa pihak rumah sakit mengambil keputusan pahit. Pihak rumah sakit terpaksa mematikan sejumlah alat bantu nafas karena tidak adanya pasokan oksigen. Pihak rumah sakit melayangkan surat pemberitahuan kepada pasien dan kelurga pasien yang menyatakan oksigen di rumah sakit ini telah habis.

Dilihat detikcom, surat menggunakan kop surat RSU Holistik dan ditanda tangani oleh Direktur RSU Holistik Fanni Fathihah. Surat itu berisikan permohonan maaf atas habisnya stok oksigen dikarenakan tidak adanya pengisian tabung oksigen dari tingkat distributor.

Sementara saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit mengakui jika kondisi itu memang benar terjadi. Pihak RS terpaksa melayangkan surat agar dimaklumi oleh pasien dan keluarga.

"Kami terpaksa mengeluarkan surat tersebut dikarenakan sehari kemarin kami tidak mendapatkan suplai oksigen dari beberapa distributor yang biasa memasok ke rumah sakit kami, sehingga benar-benar oksigen di tempat kami kosong seharian," katanya.

Fanani mengatakan sebelum melayangkan surat itu, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan pasokan oksigen. Baik membeli secara eceran maupun meminta bantuan kepada pihak dinas kesehatan kabupaten Purwakarta dan provinsi Jawa barat.

"Lima tabung oksigen pinjam pakai dikirim oleh Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dan 25 tabung supplai dari wilayah Subang. Namun karena pemakaian yang meningkat, stok yang terbatas itu kini pun sudah habis," ucap Fanni.

Setelah kondisi kritis itu terjadi, pada Rabu (21/7/2021), RSU Holistik mendapat bantuan oksigen sebanyak 73 tabung dari sejumlah pihak. Namun karena pemakaian dengan pasokan bantuan itu tidak sebanding maka diperkirakan stok oksigen hanya cukup untuk satu hari.

Dengan jumlah total sebanyak 73 tabung bantuan itu, pihak rumah sakit akan memanfaatkan sebaik mungkin. Oksigen akan diberikan sesuai kebutuhan pasien dan disesuaikan dengan stok yang ada.

"Kalo kita tidak menggunakan alat HFNC hanya menggunakan NRM itu bisa bertahan sehari, makanya sekarang kita tidak menggunakan alat HFNC jadi hanya NRM saja untuk menghemat," ucapnya.

"Harapan saya kepada pemerintah tolong perlancar distribusi oksigen, karena oksigen enggak ada gantinya. Oksigen sangat di butuhkan oleh pasien COVID-19," ujar Fanni.

(mso/mso)