BEM Kritik Pemerintah, Sosiolog Unpad: Mahasiswa Risau Soal Kepemimpinan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 20:12 WIB
bem fisip Unpad kritik Jokowi
Foto: Instagram BEM FISIP Unpad
Bandung -

Mahasiswa dari sejumlah kampus ramai-ramai mengkritik pemerintah. Sosiolog Universitas Padjajaran (Unpad) Ari Ganjar menilai hal itu sesuatu yang wajar di era demokrasi. Ia menilai mahasiswa risau soal kepemimpinan saat ini.

"Di era reformasi ini sudah menjadi tradisi baik mahasiswa maupun aktivis-aktivis masyarakat mengkritik pemerintah, bukan sesuatu yang baru," ucap Ari saat dihubungi, Jumat (16/7/2021).

Ari mencontohkan kritik pada era Presiden SBY sebelumnya. Dia menilai, SBY juga kerap mendapatkan kritik dari berbagai pihak termasuk mahasiswa. Kala itu, kata Ari, SBY dikritik karena lamban dalam menentukan kebijakan.

"Waktu itu dikritik dengan satir kerbau ya, sampai kerbau dibawa demo kemudian di piloks SBY atau si Buya. Bahkan sampai seperti itu," kata Ari.

Ari menilai kritik yang dilontarkan mahasiswa saat ini sesuatu hal yang wajar. Terlebih di era demokrasi saat ini. Bahkan, Ari menyebut kritik yang dilontarkan mahasiswa kali ini juga disertai argumen yang menjadikan kritik itu sebagai fakta di lapangan.

"Jadi menurut saya dalam sistem kehidupan politik demokrasi saya kira kritikan itu wajar. Apalagi sekarang kritikan dengan argumen, canggih itu. BEM FISIP (Unpad) dan BEM lain itu ketika mengkritik menyampaikan poinnya apa yang dikritik, menyampaikan fakta. Saya kira tidak ada yang aneh ya," tuturnya.

Namun memang Saat ini diakuinya ada yang sedikit berbeda karena kritikan dilakukan lebih ditujukan kepada personal. Menurut Ari, mahasiswa sudah mulai melihat bagaimana personal dari masing-masing dalam menentukan kebijakan.

"Jadi akhir-akhir ini memang yang berbeda dengan yang dulu, sekarang menuju ke person, ke Presiden, Wakil Presiden, Ketua DPR. Ini ke person ya, tetapi person bukan ke pribadi tapi lebih ke jabatan. Ini artinya yang menjadi kerisauan mahasiswa itu kepemimpinan," tuturnya.

"Kalau yang lalu lebih kepada sistem RUU, lebih ke kebijakan ada yang salah dengan sistem mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat. Tapi akhir-akhir ini yang ditentang kepemimpinan. Misalnya kurang begitu berdaya atau efektif mengatasi persolan bangsa. Itu yang membedakan dibandingkan dengan kritik mahasiswa di era sebelumnya," kata dia menambahkan.

Sebelumnya diketahui, sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai kampus mengkritik Jokowi. Mulai dari 'King of Lip Service' yang dilontarkan BEM UI hingga julukan 'King of Silent' dan 'Queen of Ghosting' oleh BEM Unnes.

Terbaru, BEM FISIP Unpad juga melontarkan kritik. Mahasiswa melontarkan kritik bernarasi 'kami bersama Jokowi, tapi boong' yang diunggah di medsos.

(dir/ern)