Round-Up

Fakta-fakta Kuli Bangunan Dipecat Gegara Tak Pakai Masker

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 08:47 WIB
Bandung -

Seorang kuli bangunan asal Kabupaten Cirebon harus kehilangan pekerjaan setelah diusir oleh sekuriti dari lokasi proyek gegara tidak menggunakan masker. Aksi pemecatan dan pengusiran itu kemudian viral di media sosial.

Berikut fakta-fakta pengusiran kuli bangunan tersebut:

Video Pengusiran Viral

Aksi sekuriti mengusir kuli bangunan dari lokasi proyek viral di media sosial. Sekuriti itu terpaksa mengusir kuli tersebut dari proyek pembangunan di kawasan perumahan Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam video berdurasi 25 detik, seseorang mengaku tim sekuriti merekam momen tersebut. "Ini pekerja proyek yang ketahuan tidak memakai masker. Kami dari tim sekuriti langsung ambil tindakan dan dikeluarkan dari proyek," kata perekam video yang viral itu sebagaimana dilihat detikcom, Senin (12/7/2021).

Banyak warganet bereaksi mengecam dan mengaku iba dengan nasib sang kuli bangunan tersebut. Warganet menilai tindakan sekuriti memecat pria kuli bangunan tersebut sangat berlebihan.

Penjelasan Mandor Proyek

Aksi sekuriti di Jakarta yang meminta Sudrajat (24), kuli proyek asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, untuk keluar dari proyek menggemparkan jagat maya. Mandor proyek tempat Sudrajat bekerja pun angkat bicara.

Mandor proyek tempat Sudrajat alias Ajat bekerja, Supardi mengatakan sebenarnya kuli tersebut tak dipecat atau dikeluarkan dari proyek yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sekuriti meminta Ajat untuk keluar dari lingkungan perumahan tempatnya bekerja.

Sebelum Ajat memutuskan untuk balik ke kampungnya di Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Supardi sempat meminta Ajat untuk bekerja di tempat lain.

"Iya itu (yang mengeluarkan) lingkungan (perumahan). Saya menyuruh Ajat pindah ke proyek lain, proyek saya juga yang ada di Serpong," kata Supardi kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (12/7/2021).

"Ajat tidak dipecat. Dia dikeluarkan dari lingkungan perumahan itu," kata Supardi menambahkan.

Lebih lanjut, Supardi menambahkan Ajat menolak saat diminta untuk bekerja di proyek lain. Kepada Supardi, Ajat mengaku ingin pulang kampung.

"Karena di perumahan ini sudah tidak boleh, saya minta untuk pindah proyek," kataSupardi.