Langgar PPKM Darurat, Pengelola Pabrik Garmen Sukabumi Akan Sidang Yustisi

Syahdan Alamsyah, Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 14:14 WIB
Sukabumi -

Tim gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Sukabumi menemukan pelanggaran protokol kesehatan di pabrik milik PT Yongjin Javasuka, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Pantauan detikcom, terlihat dalam rombongan Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara, tim dari Dinkes dan aparat kecamatan setempat.

"Sidak gabungan Satgas COVID-19 berikut TNI Polri, DPRD dan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi untuk melihat bagaimana pelaksanaan PPKM darurat di semua lini, hari ini kita melaksanakan di sektor industri dan kita sudah memiliki bahan bahan hasil pengecekan kita terhadap pabrik PT Yongjin ini," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif kepada awak media, Kamis (8/7/2021).

Terkait temuan, Lukman membenarkan ada beberapa catatan yang mengarah ke pelanggaran. Untuk sanksi nanti akan ditentukan melalui sidang yustisi.

"Tadi kita tinjau bersama tentang Protokol kesehatannya, pemberlakuan bagaimana mereka menerapkan shift kerja kepada karyawan juga hal-hal lain yang mendukung penerapan PPKM darurat ini. Pelanggaran sudah ada yang ditemukan jadi nanti dari tim yustisi nya kita bawa ke sini," ujar Lukman.

Sementara itu terkait jenis pelanggaran diungkap Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara. Ia mengatakan temuan pelanggaran prokes di antaranya soal alat prokes yang masih minim di pabrik tersebut.

"Temuan pelanggaran adalah protokol kesehatan yang tidak maksimal, padahal itu sangat penting karena di sini itu bekerja sekitar 5.000 karyawan. Alat-alat pendukung protokol kesehatan seperti, tempat cuci tangan, tempat istirahat karyawan sangat minim. Jadi ada beberapa poin disana yang menjadi temuan kita dan sudah ditentukan bahwa itu semua adalah sebuah pelanggaran," papar Yudha.

Untuk proses sidang yustisi dikatakan Yudha akan digelar pada Jumat (9/7) besok.

"Sidang dilakukan besok jam 09.00 WIB, putusannya seperti apa kita lihat besok. Jadi hari ini kami tim terus bergerak, semangat kita bersama melawan COVID-19 melalui PPKM Darurat ini. Karena saat ini muncul cluster pekerja sudah banyak yang terindikasi COVID-19," ungkap Yudha.

"Informasi yang kita peroleh, ada 15 orang (pekerja pabrik) yang terpapar COVID-19 namun itu masih kita dalami," sambung Yudha.