Kuningan Zona Merah, Gedung Pusdiklat BKPSDM Jadi Tempat Isolasi

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 10:15 WIB
Gedung Pusdiklat BKPSDM Kuningan Disulap Jadi Tempat Isolasi
Gedung Pusdiklat BKPSDM Kuningan (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)
Kuningan -

Zona merah COVID-19 disandang Kabupaten Kuningan. Lonjakan penambahan kasus terkonfirmasi dan kematian akibat Corona serta penuhnya ruang isolasi pasien jadi penyebabnya.

Informasi dari Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di ruang isolasi pasien COVID-19 yang ada di 12 rumah sakit baik itu rujukan maupun swasta rata-rata sudah di atas 90 persen. Untuk itu, Gedung Pusdiklat BKPSDM yang ada di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, disulap menjadi tempat isolasi pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang.

"Ini sebagai langkah antisipasi dimana akhir-akhir ini penambahan kasus cukup tinggi, angka kematian tinggi dan keterisian tempat tidur di 12 rumah sakit yang ada di Kabupaten Kuningan rata-rata sudah di angka 90 persen keterisiannya," kata Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, Rabu (30/6/2021).

"Dalam rangka menangani itu Satgas mempersiapkan beberapa fasilitas tempat isolasi pasien terkonfirmasi dengan gejala ringan dan sedang, salah satunya di Gedung Pusdiklat BKPSDM ini," ujar Indra menambahkan.

Di Gedung Pusdiklat BKPSDM tengah disiapkan 37 kamar dengan masing-masing kamar disediakan dua tempat tidur. Dari jumlah itu, gedung ini nantinya bisa menampung 74 pasien positif Corona.

Gedung Pusdiklat BKPSDM Kuningan Disulap Jadi Tempat IsolasiGedung Pusdiklat BKPSDM Kuningan disulap jadi tempat isolasi. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom)

Tidak hanya itu, Aula BKPSDM yang ada disana juga ikut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien positif. Nantinya di aula ini, akan dipasang tempat tidur menggunakan velbet milik Kodim 0615 Kuningan.

Sementara untuk memonitor pasien yang sedang menjalani isolasi, 16 kamera CCTV juga telah terpasang di beberapa sudut. Nantinya petugas akan mengawasi pasien dengan melihat kamera CCTV itu di ruang pusat kendali.

"Disini ada 37 kamar, masing-masing kamar bisa untuk 2 orang artinya ada 74 tempat tidur. Ketika semua kamar penuh, kita siapkan aula juga dengan sarana velbet dari Kodim. Ada juga disini pusat kendali untuk nantinya nakes mengontrol pasien yang diisolasi," tutur Indra.

Kata Indra, upaya menyediakan tempat isolasi dengan memanfaatkan gedung pemerintah ini merupakan langkah Satgas untuk mengantisipasi kondisi darurat dimana ruang isolasi di rumah sakit sudah benar-benar tidak tersedia.

"Intinya ketika memang kondisi darurat keterisian BOR sudah 100 persen minimalnya sudah ada solusi alternatif seperti gedung-gedung pemerintah yang dijadikan tempat isolasi pasien. Karena kita tidak mau ada masyarakat yang tidak terlayani secara medis," kata Indra.

(bbn/bbn)