Ganjil Genap Bogor, Petugas Putar Balik 1.946 Kendaraan-Tutup Pintu Tol

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 17:26 WIB
Ganjil Genap Bogor
Pelaksanaan ganjil genap di Bogor. (Foto: M. Sholihin)
Bogor -

Sebanyak 1.946 kendaraan roda dua dan roda empat diputar balik oleh petugas saat memasuki kawasan Kota Bogor. Ribuan kendaraan tersebut diputar balik karena menyalahi aturan ganjil genap yang berlaku di Kota Bogor hari ini.

"Sebanyak 898 kendaraan roda empat dan 1.048 roda dua telah diputar balik. Ini artinya menunjukkan bahwa sosialisasi dilaksanakan cukup baik dan masyarakat cukup paham," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Sabtu (19/6/2021).

Pantauan detikcom, penyekatan dilakukan petugas di beberapa titik menuju kawasan tengah Kota Bogor. Dari arah selatan, kendaraan disekat di simpang Empang. Kendaraan menuju kawasan tengah Kota Bogor melalui mal BTM ditutup sementara dan diarahkan ke Jalan Pahlawan hingga ke Jalan Pajajaran via Sukasari. Di lokasi ini, arus kendaraan tampak padat dan terjadi kemacetan.

Sementara dari arah utara, penyekatan dilakukan petugas di bundaran Air Mancur dan putaran RM Bumi Aki Jalan Pajajaran. Kendaraan bernopol genap yang datang dari Jalan A Yani dilarang memasuki Jalan Sudirman dan diputar balik ke Jalan Pemuda. Sedangkan kendaraan yang datang dari arah Depok dan Cibinong melalui warung jambu, disekat di depan Rumah Makan Bumi Aki Jalan Pajajaran. Untuk kendaraan yang datang dari arah timur atau Ciawi dan Puncak, disekat di simpang Terminal Branangsiang.

Tidak hanya itu, petugas gabungan juga menutup akses menuju kawasan tengah Kota Bogor bagi kendaraan yang datang via Tol Jagorawi. Kendaraan yang datang dari Jakarta dan Puncak atau Ciawi dialihkan ke gerbang Tol Sentul Selatan dan Bogor Selatan.

"Tentunya penutupan akses ini dilakukan secara insidental. Apabila memang ruas di penyekatan Branangsiang cukup padat, kami akan memberlakukan buka tutup di pintu tol arah Bogor, baik dari Jagorawi maupun dari Ciawi," kata Susatyo.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan aturan ganjil genap bukan hanya diterapkan untuk antisipasi kemacetan di Kota Bogor yang kerap terjadi di Kota Bogor sewaktu akhir pekan. Hal tersebut sebagai upaya untuk menekan mobilitas dan kerumunan warga yang kerap terjadi di akhir pekan.

"Jadi makanya kebijakan ganjil genap itu mempunyai arti bahwa menahan diri dulu untuk tidak datang dulu ke Bogor dan keluar Kota Bogor, tetap di rumah saja dulu, di lingkungan," kata Bima.

Sekadar diketahui, lonjakan kasus positif COVID-19 di Kota Bogor melonjak tinggi sejak 2 hari terakhir. Tercatat sudah 405 orang terjangkit COVID-19 hanya dalam dua hari terakhir.

(bbn/bbn)