30 Kendaraan Wisatawan Diputar Balik di Lembang Bandung

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 17:05 WIB
Polisi Putar Balik Kendaraan Wisatawan di Lembang Bandung
Polisi menyekat kendaraan wisatawan di Lembang Bandung. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Sebanyak 30 kendaraan roda empat yang akan memasuki kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari arah Subang terpaksa harus putar balik ke daerah asal.

Kendaraan itu terjaring penyekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP di area Cikole, Lembang, KBB, Sabtu (19/6/2021). Penyekatan kendaraan tersebut dilakukan sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sebab saat ini Bandung Raya tengah berada di status Siaga Satu COVID-19 dan KBB kembali masuk ke zona merah.

"Kami melaksanakan giat penyekatan dalam rangka PPKM mikro yang bertujuan membatasi aktivitas masyarakat luar Bandung yang berkunjung," kata KBO Satlantas Polres Cimahi Iptu Erin Heriduansyah.

Menurut Erin, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua yang berasal dari Jakarta, Bogor, Subang, Kawarang hingga luar Jawa diberhentikan dalam penyekatan tersebut. Kebanyakan mereka beralasan mau mengunjungi kerabat di Lembang.

Namun ada pula pengendara yang mengaku mau berwisata di Lembang. Padahal sejak 16 sampai 22 Juni mendatang seluruh objek wisata di KBB termasuk yang ada di kawasan wisata Lembang ditutup.

"Kita berhentikan kendaraan berpelat luar Bandung, diperiksa tujuannya apa, kalau untuk wisata kita minta putar balik ke daerah asal. Mereka ada yang tidak tahu kalau wisata ditutup sepekan. Kebanyakan mau mengunjungi saudara, tapi kalau tidak bawa surat bebas COVID-19 kita putarbalik," tutur Erin.

Pihaknya juga menyediakan tempat rapid test antigen bagi pengendara. Jika hasilnya negatif maka mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Selain di Lembang, petugas gabungan juga melaksanakan penyekatan kendaraan di Padalarang, Gerbang Tol Baros Cimahi.

"Ada beberapa yang mau dites dan hasilnya masih ditunggu. Bagi masyarakat yang sudah terlanjur menginap di sini (Lembang), kita imbau tidak beredar ke tempat wisata Lembang maupun di Bandung," kata Erin.

(bbn/bbn)