Corona Melonjak, 21 Nakes di Kota Cimahi Positif COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 14:18 WIB
Ilustrasi Tenaga Medis COVID-19
Foto: Nakes COVID-19 (Ilustrasi: Luthfy Syahban).
Cimahi -

Perkembangan kasus COVID-19 di Kota Cimahi memasuki fase kritis. Terbaru, sebanyak 21 tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi positif COVID-19.

Melihat data keseluruhan kasus COVID-19, hingga Jumat (17/6/2021) jumlah kasus COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 6.735 kasus. Rinciannya 751 orang positif aktif, 5.853 orang dinyatakan sembuh, dan 146 orang meninggal dunia.

"Data sampai 13 Juni 2021 itu ada 21 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi kepada wartawan.

Pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti dari mana sumber penularan COVID-19 terhadap para tenaga kesehatan tersebut. Namun para tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 masuk kategori risiko tinggi terpapar COVID-19 lantaran bertugas di rumah sakit, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Ada seorang yang bertugas di rumah sakit lalu terpapar COVID-19. Tapi bisa juga karena mereka kelelahan, apalagi kan akhir-akhir ini tugasnya semakin berat. Kita tahu kalau kasus COVID-19 di Cimahi sedang meningkat," jelasnya.

Terpaparnya nakes juga merupakan dampak dari meledaknya kasus COVID-19 di Cimahi. Lonjakan kasus positif terjadi setelah libur Idul Fitri pada pertengahan bulan Mei kemarin.

"Kondisi tersebut tentunya semakin menguras tenaga para tenaga kesehatan karena harus bekerja lebih ekstra," katanya.

Bukan hanya di rumah sakit yang harus mengawasi dan mengobati pasien khusus COVID-19, tenaga kesehatan di Puskesmas pun harus memantau ratusan pasien yang saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Jumlah tenaga kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas sekitar 300 orang. Dalam kondisi seperti ini, Pratiwi berharap para tenaga kesehatan di Kota Cimahi tetap menjaga kondisi agar bisa tetap bertugas.

"Kadang mereka kalau sedang istirahat, ada pasien yang telepon kan harus dilayani. Jadi di rumah sakit maupun Puskesmas bebannya sama beratnya. Kami minta mereka semua tetap jaga kondisi karena harus menghadapi kasus setiap harinya," ujarnya.

(mso/mso)