Haji Digital Bikin Heboh Calhaj Pangandaran

Whisnu Pradana, Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:45 WIB
Ilustrasi Haji
Foto: Ilustrasi Haji (Tim Infografis/detikcom)
Pangandaran -

Kabar digitalisasi penyelenggaraan haji atau haji digital di tanah suci membuat heboh calon jemaah haji Pangandaran. Terjadi kesalahan persepsi seolah haji akan dilaksanakan secara virtual.

"Iya itu membuat heboh, jadi kami jelaskan haji digital itu bukan haji virtual. Jemaah tetap berangkat ke tanah suci tapi penyelenggaraan di sana mengalami perubahan. Ada digitalisasi," kata Ujang Sutaryat, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji, Kemenag Pangandaran, Selasa (15/6/2021).

Ujang mengatakan penerapan teknologi pada penyelenggaraan haji bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang mengatur atau panitia pelaksana.

"Selama ini kan melibatkan orang atau relawan-relawan, sekarang diubah jadi menggunakan teknologi. Misalnya masuk ke Masjidil Haram harus menjalani scan barcode karena jumlah jemaah dibatasi. Jadi jangan salah paham, bukan haji virtual tapi digitalisasi penyelenggaraan haji," kata Ujang.

Meski begitu Ujang memprediksi bagi jemaah haji yang sudah tua dan gagap teknologi, penerapan itu bisa merepotkan.

"Tapi bisa diajarkanlah, pasti bisa menyesuaikan. Lagi pula tahun 2021 ini Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji," kata Ujang.

Ujang memaparkan dua tahun tak memberangkatkan jemaah calon haji, membuat antrean calon haji asal Pangandaran semakin panjang menjadi 6.946 orang.

"Antrean panjang karena jumlah pendaftar tersebut kini dipengaruhi lagi oleh penundaan sebanyak dua kali pemberangkatan yaitu pada tahun 2020 dan 2021," kata Ujang.

Dijelaskan pula dalam setahun jemaah haji Pangandaran biasanya mendapat kuota sebanyak 379 orang. Mereka yang gagal berangkat tahun ini mayoritas sudah mengantre selama 10 tahun.

Kemudian jika ada yang mendaftar tahun ini diperkirakan bakal mendapat antrean pemberangkatan pada tahun 2039 mendatang.

Sementara itu di Kota Cimahi sejumlah calon jemaah haji memilih untuk melakukan penarikan uang pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Mereka melakukan itu karena Pemerintah Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah haji tahun ini imbas pandemi COVID-19.

Berdasarkan data, ada sekitar 551 calon jemaah haji di Kota Cimahi yang sudah melakukan pelunasa dan harusnya berangkat ke tanah suci pada tahun ini. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 5 calon jemaah haji yang sudah menarik pelunasa Bipih sebesar Rp 10 juta.

"Sampai bulan ini (Juni), ada 5 orang yang mengambil uang Bipih. Mereka sudah lunas dan sudah bimbingan, tapi ambil pelunasan. Ya itu hak jemaah," ungkap Plt Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Kota Cimahi Saripudin kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Dirinya menjelaskan jika uang yang ditarik bukanlah uang pokok pendaftaran pemberangkatan haji sebesar Rp 25 juta, melainkan hanya uang pelunasan saja. Artinya jemaah tersebut tetap terdaftar dalam kuota haji. Jika ingin kembali berangkat, maka yang bersangkutan cukup menyetorkan kembali uang pelunasan tersebut.

"Kalau jemaah haji mengambil dananya dari uang pelunasannya mereka tidak gugur, tidak hilang nomornya. Tetap akan jadi prioritas," tuturnya.

Tak cuma mereka yang sudah melunasi Bipih saja, nyatanya calon jemaah haji yang baru masuk daftar tunggu namun sudah melakukan pembayaran pendaftaran juga banyak yang mengambil lagi uang pendaftarannya. Jumlahnya disinyalir mengalami peningkatan di banding tahun sebelumnya.

"Tahun 2020 itu ada 105 orang yang menarik uang pendaftaran. Nah sampai 11 Juni 2021 sudah ada 54 orang. Trennya memang meningkat. Kemungkinan bertambah lagi yang menarik uang muka," bebernya.

Namun berbeda dengan calon yang menarik Bipih, calon jemaah haji yang menarik biaya pendaftaran harus mendaftar lagi dari awal jika ingin berangkat menunaikan ibadah haji. "Otomatis dicabut dari waiting list dan nomor kursinya. Jadi kalau mau berangkat haji ya harus mendaftar lagi dari awal," ucapnya.

Ia menjamin, seluruh uang calon jemaah haji yang sudah masuk baik yang sudah melunasi pembayaran Bipih maupun mereka yang baru membayar biaya pendaftaran tetap aman di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Yang menarik biayanya langsung masuk rekening masing-masing dan kita jamin semuanya aman," ujarnya.

(mso/mso)