Pandemi COVID-19, Bupati-Ketua DPRD Pangandaran Dapat Mobdin Baru

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 12:50 WIB
Mobil dinas baru Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran.
Foto: Mobil dinas baru Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan pembelian mobil dinas untuk Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan dua Wakil Ketua DPRD. Pembelian mobil dinas itu mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Pemda dianggap tak efisien menggunakan anggaran di tengah kesulitan keuangan imbas pandemi COVID-19.

"Saran dan kritik saya terima, terlepas dari kepentingan apapun. Tapi kalau bicara efisiensi mari kita lihat secara keseluruhan," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Jumat (11/6).

Jeje mengatakan pembelian mobil dinas jenis Toyota Fortuner itu bertujuan untuk mendukung mobilitas dinas ke luar kota, di antaranya untuk mencari dukungan anggaran.

"Banyak pembangunan yang harus kita biayai. Kita ingin bangun pasar, menyelesaikan jalan lintas pantai dan lainnya. Perjalanan Pangandaran-Bandung itu 7 jam, ya butuh mobil yang agak jagjag (baik)," kata Jeje.

Sebelumnya selama menjabat di periode pertama Jeje menggunakan mobil dinas Kijang Innova. Serupa dengan mobil dinas yang digunakan para kepala dinas.

Dia juga mengatakan selama ini dirinya berusaha efisien dalam menggunakan anggaran daerah. Misalnya keputusan untuk tidak membangun rumah dinas dan kantor Bupati. Selama periode pertama kepemimpinan, kebijakan anggaran diarahkan kepada pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Seperti infrastruktur publik, kesehatan dan pendidikan.

"Selama 3 tahun terakhir saya tinggal di rumah pribadi, tak punya rumah dinas. Rumah dinas kan lumayan berapa juta setahun, belum biaya rumah tangganya. Saya juga belum punya kantor, selama ini berkantor di bangunan eks kantor kecamatan. Saya dahulukan dulu bangun jalan, puskesmas, rumah sakit, sekolah. Itu kan bukti selama ini saya berusaha untuk mendahulukan kepentingan pembangunan, kepentingan rakyat," kata Jeje.

Jeje mengatakan untuk ukuran mobil dinas kepala daerah, mobil dinas yang dibelinya masih tergolong wajar. "Harganya Rp 600 jutaan. Saya sebenarnya berpikir dua kali ketika mau beli mobil dinas, tapi para pejabat di Pemkab memberikan dukungan. Ya sudah," ujar Jeje.

(mso/mso)