Arcamanik Jadi Kecamatan Penyumbang Kasus Corona Tertinggi di Bandung

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 15:06 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Ilustrasi (Getty Images/BlackJack3D).
Bandung -

Kecamatan Arcamanik menjadi Kecamatan penyumbang kasus positif aktif COVID-19 tertinggi di Kota Bandung. Hingga saat ini tercatat ada 107 kasus positif aktif di kecamatan tersebut.

Berdasarkan data terakhir Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, Senin (14/6) jumlah kasus positif COVID-19 aktif sebanyak 1.272. Jumlah tersebut bertambah 84 kasus dari sehari sebelumnya. Sembuh 19.382 bertambah 73 orang, meninggal 367 bertambah 1 orang.

Kecamatan Arcamanik ada di urutan pertama penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Kota Bandung dengan jumlah positif aktif 107. Urutan ke dua Kecamatan Babakan Ciparay 83, urutan ketiga Kecamatan Rancasari 80, urutan ke empat Kecamatan Bandung Kidul 45 dan urutan ke lima Kecamatan Buahbatu 74.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan untuk Bed Occupancy Ratio (BOR) Kota Bandung hampir tembus di angka 90 persen. Meski demikian, tidak semuanya merupakan warga Kota Bandung.

"Terakhir kemarin 89 persen. 50 koma sekian KTP Bandung, lainnya rujukan dari Bandung Raya atas dasar kemanusiaan enggak mungkin rumah sakit Kota Bandung ada warga KTP luar Kota Bandung enggak dilayani," kata Yana di Balai Kota Bandung, Selasa (15/6/2021).

Meski demikian, Yana menyebut rumah sakit terus menambah ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19.

"RSKIA nambah kamar, beberapa rumah sakit juga nambah kamar. Karena memang, pasca libur panjang, sekali lagi berdasarkan indikator di Kota Bandung terkendali, tapi kalau bicara BOR memang tinggi di rumah sakit Kota Bandung," ujarnya.

"Kita terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, layanan kesehatan, masyarakat juga prokes dijaga. Karena sekarang kalste4nya keluarga, ada sekeluarga tujuh, kita sih minta warga masyarakat yang harus tingkatkan prokes," tambahnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga Kota Bandung agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

"Kita pemerintah tidak pernah lelah ingatkan prokes. Kuncinya prokes ya, karakter virus Covid dengan prokes Insya Allah kita tidak akan terulang dan menularkan," ucapnya.

"Kuncinya kewilayahan, karena mereka lebih paham masyarakatnya, penyampaian lebih dipahami dan diikuti," ujarnya.

(wip/mso)