Round-Up

Kasus Corona Menggila di Jabar, RS Dirikan Tenda Darurat-Upaya Pencegahan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 09:14 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kasus COVID-19 di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah langkah mulai disiapkan oleh berbagai pihak demi menekan penyebaran virus Corona.

Peningkatan kasus Corona terlihat dari tingginya tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19. Seperti yang terjadi di Kabupaten Purwakarta. Semua rumah sakit di daerah tersebut telah mengalami over kapasitas. Bahkan di rumah sakit tersebut terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien COVID-19.

"Kita sampaikan Bed Occupancy Rate (BOR) kita sudah 100 persen di semua rumah sakit, termasuk rumah sakit yang di atas 100 persen yaitu Rumah sakit RSUD Bayu asih 103 persen dan rumah sakit Siloam 102 persen," ujar Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Senin (14/06/2021).

Anne mengatakan, akibat penuhnya tempat tidur di RSUD Bayu Asih, sebanyak 18 orang masih menunggu untuk mendapatkan tempat tidur, 15 orang di antara 18 orang itu merupakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Sementara pihaknya kini tengah mempersiapkan membuka rumah sakit darurat, seperti yang akan dilakukan Puskesmas Purwakarta Kota. Di Puskesmas tersebut akan di tutup untuk melayani pasien umum, melainkan akan menangani pasien COVID-19 yang mengalami Gelaja.

"Ada langkah dan upaya kita membentuk rumah sakit darurat khusus pasien COVID, kita sedang persiapan puskesmas kota sebelah gedung sigrong kita akan tutup pasieun umum kita akan persiapkan untuk penanganan pasien COVID-19, kita akan koordinasi dengan satgas provinsi untuk meminta bantuan tenaga medis dan alat ventilator," ungkapnya.

Lonjakan kasus COVID-19 juga terjadi di Kabupaten Garut. Sebanya 2 ribu kasus baru ditemukan dalam 13 hari pertama pada Juni 2021.

Peningkatan kasus COVID-19 di Garut terus mengalami lonjakan. Selama bulan Juni 2021 ini, penambahan kasus per harinya berada di atas angka seratus. Rinciannya sebagai berikut: Selasa (1/6) 140 kasus, Rabu (2/6) 85 kasus, Kamis (3/6) 119 kasus, Jumat (4/6) 133 kasus, Sabtu (5/6) 172 kasus, Minggu (6/6) 219 kasus, Senin (7/6) 102 kasus, Selasa (8/6) 253 kasus, Rabu (9/6) 161 kasus, Kamis (10/6) 175 kasus, Jumat (11/6) 253 kasus, Sabtu (12/6) 265 kasus, dan Minggu (13/6) 240 kasus.

Jika dihitung keseluruhan, selama bulan Juni 2021 ini, total kasus Corona di Garut yang terkonfirmasi bertambah sebanyak 2.317 kasus. Penambahan yang paling banyak terjadi pada Sabtu (12/6). Pemkab Garut menyatakan pada hari tersebut ada 265 kasus.

Penambahan 265 kasus itu juga menjadi rekor penambahan kasus COVID-19 terbanyak yang terkonfirmasi oleh Pemkab Garut selama pandemi COVID-19 berlangsung. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19 Garut, hingga Senin pagi ini, total ada 12.342 kasus yang terkonfirmasi di Kabupaten Garut.

"1.879 kasus isolasi mandiri, 538 kasus isolasi di rumah sakit, 9.372 kasus sembuh dan 553 kasus meninggal dunia," ucap Humas Satgas COVID-19 Garut Yeni Yunita.

Akibat meroketnya kasus Corona ini, Pemda Garut kemudian mengeluarkan sejumlah kebijakan. Di antaranya adalah membatasi kunjungan wisatawan. Selain itu, tempat keramaian dan fasilitas umum juga hanya boleh diisi 25 persen dari kapasitas.

"Tempat wisata tetap dibatasi untuk menghindari kerumunan orang. Dibatasi 25 persen dari kapasitas tempat," ucap Bupati Garut Rudy Gunawan.

Lonjakan kasus membuat sejumlah pejabat di daerah mulai menyiapkan langkah demi menekan penyebaran Corona. Di Kota Bandung sinyal tanda bahaya mulai dibunyikan.

"Bandung dalam kondisi waspada tinggi, karena kondisinya baik kumulatif, termasuk aktif juga BOR dalam kondisi sedang mengkhawatirkan," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di SMPN 43 Bandung, Senin (14/6/2021).

Pihaknya juga meminta agar kewilayahan menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk warga.

Sementara Pemkot Cimahi bersiap melakukan pengetatan dan pembatasan aktivitas warga. Langkah itu dilakukan demi menekan potensi adanya kerumunan yang bisa menyebabkan penyebaran COVID-19.

"Situasi kondisi saat ini sedang naik kasusnya. Jadi kita akan perketat lagi pengawasan dan penjagaan. RW jalannya ditutup, hanya satu pintu saja dan dijaga Satgas COVID-19 RW dan kelurahan. Intinya Satgas RW dan kelurahan difungsikan lagi lebih ketat," ucap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan langkah tepat menekan penyebaran COVID-19. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku tengah menyiapkan kuda-kuda.

"Kami lakukan langkah-langkah antisipasi, pasang kuda-kuda, agar peningkatan kasus Corona tidak terjadi di Pangandaran," kata Jeje, Senin (14/6/2021).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan saat ini angka keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit telah mendekati 65 persen. Bahkan, di sejumlah daerah di Jabar telah mendekati 100 persen.

Menangkap sinyal darurat tersebut, Pemprov Jabar akan menambah kapasitas ruang rawat di rumah sakit rujukan COVID-19. "Dari tadinya hanya 20 persen untuk Covid dari total bed, sekarang kita minta sampai 30 persen, kalau bisa 40 persen," ucap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (14/6/2021) sore.

Upaya lainnya bila menambah BOR rumah sakit sudah buntu, Pemprov akan menghidupkan kembali hotel dan gedung non rumah sakit sebagai tempat perawatan COVID-19. "Kalau masih di rumah sakit artinya kapasitas itu masih ada jadi jangan terlalu khawatir tapi tetap waspada," katanya.

Di samping langkah tersebut, ia mewanti-wanti agar warga juga lebih siaga dalam menghadapi pandemi. Menurutnya protokol 5M harus tetap dilaksanakan, meskipun tak dipungkirinya kejenuhan sudah mulai terasa di berbagai elemen masyarakat.

"Jadi kedaruratan itu nyata adanya. Nah harapannya jangan sampai kita kolaps. Oleh karena itu, jangan jadi korban lagi dengan selalu protokol 5M saja. Semua juga sudah jenuh , semua juga sudah bosan tapi kalau nanti terjadi kedaruratan yang dirugikan kita juga," kata Kang Emil - sapaannya-.

"Kita harus WFH lagi dari rumah, mall ditutup lagi jam operasionalnya , jalan-jalan dan sebagainya. Kita tidak menginginkan itu menjadi berkepanjangan. Makanya bantulah penanganan ini dengan 5 M tadi. Plus kita lagi mengakselerasi vaksinasi," ujarnya.

Simak juga 'Bed Occupancy Rate Tinggi, Purwakarta Akan Buka RS Darurat Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)