Jabar Banten Hari Ini: 196 Jenazah di TPU Cikadut Dipindah dan Pejabat Dinkes Dipecat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 21:36 WIB
Tukang jasa pikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut
Foto: TPU Cikadut Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat dan Banten, Senin (14/8/2021). Dari mulai 196 makam di TPU Cikadut dipindahkan karena bukan jenazah COVID-19 hingga 4 pejabat Dinkes Banten dipecat imbas korupsi masker.

Berikut rangkuman beritanya:

Pengemudi Mobil yang Tabrak Pemotor-Terbakar di Tol Bandung Ditangkap

Polisi berhasil menangkap pelaku tabrak lari hingga mobilnya terbakar di ruas Tol Purbaleunyi. Kejadian ini viral di media sosial.

"Benar sudah diamankan," ucap Kanit Laka Lantas Polrestabes Bandung Iptu Tejo Reno hari ini.

Pelaku sendiri diketahui berinisial L. Dia diamankan pada Minggu (13/6) kemarin. Meski sudah diamankan, pelaku saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Sartika Asih Bandung.

"Tapi masih dalam pemeriksaan dokter karena beberapa keluhan kesehatan," tutur Tejo.

Polisi belum menerangkan lebih jelas terkait insiden tabrakan dan kebakaran tersebut. Menurut dia, penyidik masih menunggu kondisi kesehatan pelaku.

"Karna kondisinya mash di RS, jadi belum bisa diminta keterangan," kata dia.

Sebelumnya sebuah mobil viral melaju kencang di jalur arteri Kota Bandung. Kendaraan kemudian mengarah ke jalur tol dan terbakar di Kilometer 152 arah Jakarta. Saat kejadian, pengemudi melarikan diri.

196 Jenazah di TPU Cikadut yang Dinyatakan Negatif Corona Dipindahkan

Ratusan liang lahat di pemakaman COVID-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung dibongkar dan jasadnya dipindahkan. Hal tersebut dilakukan ahli warisan karena jenazah anggota keluarga yang dimakamkan di TPU Cikadut dinyatakan negatif COVID-19 beberapa hari kemudian setelah dimakamkan.

"Masih di angka 196 (yang dipindahkan), dipindahkan atas permintaan ahli waris," kata Kadistaru Kota Bandung Bambang Suhari via sambungan telepon, hari ini.

1.400 an liang lahat yang sudah digunakan, 671 dinyatakan positif COVID-19, sisanya negatif. "Sudah terisi update sampai hari ini 1400 an, dinyatakan positif sampai kemarin 365 untuk Kota Bandung dan 306 luar Kota Bandung," ujarnya.

Bambang mengungkapkan, rata-rata makam yang dibongkar karena jenazah dinyatakan negatif memiliki penyakit bawaan atau kormobid. "Berdasarkan data yang dibawa ahli waris macam-macam, ada yang kormobidnya jantung, diabetes, pokoknya dirawat di rumah sakit kemudian dimakamkan menggunakan protokol, setelah dimakamkan ternyata negatif, keluar beberapa hari setelah pemakaman dan ahli waris membawa bukti negatif untuk memindahkan dari Cikadut ke tempat lain. Kami tidak menolak," ungkapnya.

Meski dapat dipindahkan, pihaknya sarankan agar tidak dipindahkan dahulu jika jenazah sedang dalam proses pembusukan."Tapi kami sarankan, dari sisi pandangan lain untuk ahli waris bersabar, kami tidak tega memindahkan kondisi jenazah yang sedang dalam proses pembusukan. Mohon bersabar sampai 2 tahun, kalau sudah 2 tahun kan lebih aman, itu saran kami," ujarnya.

Saat disinggung alasan apa yang sebarkan ahli waris ingin memindahkan jenazah anggota keluarganya, karena ingin dekat dengan TPU keluarga dan TPU Cikadut dirasa jauh. "Alasan sederhana ingin lebih dekat pada saat ziarah, ke Cikadut lebih jauh. Kemudian ingin dekat dengan makam keluarga," jelasnya.

Meski terjadi peningkatan, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, lahan masih aman. "Kita berbicara kapasitas kita masih banyak, tapi bukan karena itu harapan kita, nyawa satu orang pun luar biasa, jangan sampai terjadi mati sia-sia," kata Ema.

"Kalau lahan masih sangat siap, lubang masih banyak tapi kan bukan itu tujuannya, kalau pro bahasa sedia payung sebelum hujan jangan sampai ada orang kena COVID-19 sulit cari makam, kalau Bandung aman," tegas Ema.

Terkait pasien negatif COVID-19 yang dimakamkan di TPU Cikadut, Ema sudah meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Bandung agar berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

"Itu teknis, saya sudah bicara ke Bu Ahyani. Bu Ahyani sudah rapat dengan seluruh pimpinan rumah sakit, nah ini harus benar-benar valid bahwa di Bandung jangan sampai (ada pikiran) di Bandung lahannya masih luas, saya pikir tidak ada pikiran kesana. Kalau memang COVID-19, kita sudah tetapkan lokasi di Cikadut. Tapi kalau tidak COVID-19 jangan divonis COVID-19," ungkap Ema.

"Ini harus benar-benar valid, tenaga medis memonitor orang yang sudah wafat itu COVID-19 atau tidak. Jangan sampai ada polemik, orang ada ketakutan, tidak COVID-19 divonis COVID-19," tambahnya.

Ema menyebut, jika TPU Cikadut digunakan untuk jenazah COVID-19 asal Kota Bandung. "Saya tegaskan, yang saya pahami itu mutlak hanya untuk masyarakat Kota Bandung, jadi SK Wali Kota menetapkan ini adalah lokasi tempat pemakaman bagi masyarakat Kota Bandung yang terkena COVID-19 dan wafat karena COVID-19. Logika dan pemahaman saya, lokasi pemakaman COVID-19 di kabupaten kota punya lokasi masing-masing," ujarnya.

Terkait jenazah asal Kabupaten Bandung yang dimakamkan di TPU Cikadut, Ema akan memberikan laporan itu kepada Wali Kota Bandung supaya melakukan koordinasi antar pimpinan.

"Pasti, nanti saya juga sampaikan ulang kepada Pak Wali Kota. Pak Gubernur juga tahu,Cikadut itu untuk Kota Bandung. Nanti kita tegaskan supaya masing-masing daerah (tahu). Saya tidak punya otoritas mengomentari itu, tapi saya hanya berbicara, Bandung ada? Bandung mah dari tahun 2020, kita sudah menetapkan 5 hektare untuk mengakomodasi terhadap masyarakat apabila Allah takdirkan karenaCOVID-19,"pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4